
Eksplorasi emosional tentang kerinduan dan kehilangan yang menjadi pembuka menuju album kedua.

Jakarta – Penyanyi Gangga Kusuma merilis EP bertajuk 5 hours apart, 2017 pada 26 Oktober 2026 sebagai pembuka jalan menuju album keduanya.
Proyek yang terdiri dari tiga lagu ini menjadi rilisan perdana sang musisi setelah meluncurkan singel SHE pada tahun lalu.
Lagu berjudul Moonlight dipilih sebagai nomor utama untuk mempromosikan EP terbaru ini.
Karya ini mengeksplorasi fase emosional seseorang saat menghadapi hubungan yang sudah tidak mungkin diraih kembali.
Narasi dalam lagu-lagu tersebut bergerak dari rasa sakit akibat pengkhianatan hingga duka mendalam atas kehilangan seseorang.
Gangga menegaskan bahwa cinta dapat tetap menetap meski sosok yang dicintai telah tiada.
“Di suatu tempat di masa lampau, lagu itu masih terus berputar, suaranya telah lama tiada,” ujar Gangga mengenai filosofi karya terbarunya.
Proses kreatif EP ini melibatkan kolaborasi dengan produser Spathies asal Los Angeles serta Will Mara.
EP ini mempertahankan benang merah emosional yang serupa dengan karya populer Gangga terdahulu seperti Blue Jeans dan Whiskey Bottle.
Lagu Dear April menggambarkan ironi harapan dalam hubungan yang kandas, sementara I Will menjadi ungkapan penyesalan serta kerinduan mendalam.
Moonlight menghadirkan pertemuan imajiner di bawah sinar bulan sebagai puncak kerinduan narator.
“Seluruh lagu dalam 5 hours apart, 2017 kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital,” kata perwakilan manajemen Gangga terkait ketersediaan karya tersebut.
Gangga memperkuat pesan emosional melalui arahan visual bergaya dokumenter yang menampilkan ruang sunyi serta benda-benda rusak.
Penyanyi yang memulai karier pada 2019 ini dikenal melalui kemampuannya mengolah keterbatasan menjadi karya yang memberikan penghiburan bagi pendengar global.