

Jakarta – Tim nasional Indonesia menatap peluang besar untuk mengakhiri puasa gelar juara di level senior melalui ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang resmi bergulir mulai Kamis (24/9/2026).
Turnamen regional ini menghadirkan format kompetisi yang unik dan berbeda dari ajang-ajang sebelumnya, dengan melibatkan 14 negara peserta.
Sebanyak 11 negara merupakan anggota Federasi Sepak Bola ASEAN, sementara tiga negara lainnya hadir sebagai kontestan undangan.
Indonesia dipastikan menempati Grup A Divisi 1 bersama dengan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Sementara itu, Grup B diisi oleh persaingan antara Thailand, Pakistan, Vietnam, dan Filipina.
Seluruh rangkaian pertandingan Divisi 1 dijadwalkan berlangsung di Indonesia, dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat terpilih sebagai lokasi utama penyelenggaraan.
Format turnamen yang dirancang secara efisien memungkinkan tim peserta untuk menempuh perjalanan yang relatif singkat menuju tangga juara.
Setelah menyelesaikan fase grup dengan sistem single round-robin, dua tim yang keluar sebagai juara grup akan langsung dipertemukan dalam partai puncak atau babak final.
Status sebagai tuan rumah memberikan motivasi tambahan bagi skuad Garuda untuk mengamankan trofi yang sudah dinantikan selama puluhan tahun.
Secara historis, timnas senior Indonesia terakhir kali merasakan gelar juara pada ajang SEA Games 1991.
Meskipun Indonesia sempat meraih medali emas pada SEA Games 2023 di Kamboja, pencapaian tersebut diraih oleh tim kategori U-23, sehingga tidak dihitung sebagai gelar timnas senior.
FIFA ASEAN Cup 2026 kini menjadi panggung krusial bagi para pemain untuk membuktikan kualitas mereka di hadapan publik sendiri.
Kembalinya sejumlah pemain kunci, termasuk Dean James ke dalam skuad, diharapkan mampu membawa dampak positif bagi performa tim di lapangan.
Igor Tolic pun telah memberikan perhatian khusus terkait persiapan tim, termasuk menitipkan pesan kepada pemain seperti Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen yang menjadi pilar penting.
Perjalanan Indonesia menuju gelar juara sangat bergantung pada hasil dari tiga pertandingan fase grup yang akan dijalani.
Jika mampu tampil dominan dan finis sebagai juara Grup A, Indonesia akan langsung melangkah ke babak final untuk menantang pemenang dari Grup B.
Sementara itu, dua tim yang menempati posisi kedua di masing-masing grup akan dipertemukan dalam laga perebutan tempat ketiga.
Format ini memberikan keuntungan psikologis bagi tim, karena hanya membutuhkan satu langkah tambahan setelah fase grup untuk memastikan diri mengangkat trofi.
Seluruh elemen dalam timnas Indonesia kini tengah berfokus pada misi besar untuk memberikan kebanggaan bagi pendukung sepak bola tanah air.
Dukungan penuh dari suporter di stadion diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain selama turnamen berlangsung hingga 5 Oktober 2026 mendatang.