Manchester City Terjerat 114 Dakwaan FFP, Sanksi Berat Menanti?

Manchester City menghadapi ancaman sanksi berat setelah dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan pelanggaran aturan finansial.

Inggris – Manchester City kini berada dalam posisi krusial setelah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran aturan finansial Liga Inggris.

Putusan ini menandai eskalasi signifikan dalam proses hukum yang telah membayangi klub raksasa asal Manchester tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan laporan The Athletic pada Jumat (25/9), status hukum klub berjuluk The Citizens ini belum sepenuhnya tuntas meski putusan awal telah keluar.

Masih terdapat sejumlah elemen teknis dan administratif yang harus diselesaikan sebelum seluruh rangkaian proses hukum dinyatakan final.

Hingga Minggu (27/9), pihak manajemen Manchester City tetap mempertahankan sikap defensif yang sama seperti saat dakwaan pertama kali dilayangkan pada Februari 2023.

Klub menegaskan bahwa mereka masih mengikuti prosedur yang berlaku dengan tetap mematuhi aturan kerahasiaan yang ketat selama proses berlangsung.

“Proses Liga Inggris masih berlangsung, dengan sejumlah elemen penting yang harus diselesaikan dan tunduk pada aturan kerahasiaan yang ketat,” ujar juru bicara resmi Manchester City menanggapi situasi terkini.

Publik dan pengamat sepak bola kini menanti bentuk sanksi yang akan dijatuhkan kepada klub tersebut atas pelanggaran yang terbukti.

Hingga saat ini, otoritas liga belum memberikan pernyataan resmi mengenai jenis maupun besaran hukuman yang akan diberikan.

Berbagai spekulasi mengenai sanksi berat terus berkembang, namun pihak klub diprediksi akan menempuh jalur banding jika hukuman yang dijatuhkan dianggap tidak sesuai.

Kasus ini berakar dari investigasi mendalam yang dilakukan Liga Inggris selama empat tahun sebelum akhirnya resmi mendakwa klub pada 2023.

Dugaan pelanggaran tersebut mencakup periode waktu yang cukup panjang, yakni antara tahun 2009 hingga 2018.

Manchester City dituduh gagal menyajikan laporan keuangan yang akurat kepada otoritas liga mengenai pendapatan klub serta rincian pembayaran kepada pemain dan pelatih.

Selain itu, klub juga menghadapi tantangan terkait kepatuhan terhadap regulasi Profitability and Sustainability Rules (PSR) dan aturan keuangan UEFA.

Kasus ini bermula ketika media asal Jerman, Der Spiegel, mempublikasikan dokumen finansial yang diduga merupakan hasil kebocoran internal pada November 2018.

Publikasi tersebut memicu penyelidikan awal oleh pihak UEFA, yang sebelumnya pernah menjatuhkan sanksi larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim dan denda 30 juta euro pada Februari 2020.

Namun, hukuman dari UEFA tersebut dianulir oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) lima bulan kemudian karena dianggap tidak memiliki bukti kuat atau melampaui batas waktu penindakan.

Meski demikian, CAS tetap memberikan denda sebesar 8,8 juta pound sterling karena Manchester City dinilai tidak kooperatif selama proses investigasi berlangsung.

Kini, tantangan yang dihadapi klub di hadapan otoritas Liga Inggris dinilai jauh lebih kompleks dan berisiko tinggi bagi masa depan klub di kancah domestik.

Manajemen Manchester City dipastikan akan menggunakan seluruh sumber daya hukum yang tersedia untuk mempertahankan argumen mereka di fase lanjutan ini.

Rekomendasi