

Surabaya – Persipura Jayapura mencatatkan kemenangan dramatis atas De Red FC dengan skor 3-1 dalam lanjutan pekan keempat Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, pada Jumat malam tersebut menjadi panggung pembuktian mentalitas skuad Mutiara Hitam.
Hasil ini diraih meski Persipura Jayapura harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-33.
Kondisi tersebut memaksa tim tamu untuk mengubah strategi dan bermain lebih disiplin di sepanjang babak kedua.
Insiden kartu merah bermula dari benturan antara penjaga gawang Dimas Galih dengan pemain lawan, Lazarus Sinim.
Wasit sempat memberikan kartu kuning, namun keputusan tersebut dianulir menjadi kartu merah setelah dilakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).
Keunggulan jumlah pemain sempat dimanfaatkan oleh De Red FC untuk memecah kebuntuan pada menit ke-47.
Supriadi mencetak gol pembuka bagi tuan rumah setelah memanfaatkan umpan lambung dari Fahd Alchoir.
Tertinggal satu gol dengan kondisi kekurangan personel tidak mematahkan semangat para pemain Persipura.
Respon cepat ditunjukkan oleh Kelly Sroyer yang sukses menyamakan kedudukan melalui skema serangan balik pada menit ke-56.
Momentum tersebut memicu kebangkitan Persipura yang kemudian berbalik unggul melalui tendangan bebas akurat Febrianto Uopmabin pada menit ke-59.
Penderitaan De Red FC semakin bertambah ketika kapten tim, El Burji, melakukan gol bunuh diri pada menit ke-64.
Upaya El Burji dalam menghalau umpan silang Gelfias Yance justru membuat bola bersarang di gawang sendiri, mengubah kedudukan menjadi 3-1 untuk Persipura.
Secara statistik, De Red FC sebenarnya tampil lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 60 persen.
Namun, efektivitas serangan Persipura jauh lebih tajam dengan mencatatkan tujuh percobaan tembakan sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, De Red FC terus berupaya menekan pertahanan lawan untuk memperkecil ketertinggalan.
Persipura memilih untuk menerapkan skema pertahanan rapat dan mengandalkan kecepatan serangan balik hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persipura dalam mengarungi ketatnya persaingan di Grup Timur musim ini.
Kualitas permainan kolektif dan ketenangan di bawah tekanan menjadi kunci utama keberhasilan tim dalam mengamankan tiga poin penuh di markas lawan.
Pertandingan ini juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi VAR dalam memastikan keadilan di lapangan hijau.
Hingga laga berakhir, skor 3-1 tetap bertahan untuk keunggulan Persipura Jayapura.