Luis de la Fuente Sebut Lamine Yamal Calon Legenda Sepak Bola

Lamine Yamal tampil impresif saat Spanyol mengalahkan Republik Ceko 3-1 di UEFA Nations League.

Oviedo – Tim nasional Spanyol semakin mengukuhkan dominasinya di ajang UEFA Nations League 2026/27 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Republik Ceko pada Minggu (4/10).

Penyerang muda sensasional, Lamine Yamal, kembali menjadi sorotan utama dalam laga tersebut berkat kontribusi vitalnya di lini serang La Roja.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi terhadap performa pemain berusia 19 tahun tersebut.

De la Fuente bahkan tidak ragu melabeli Yamal sebagai calon legenda sepak bola dunia di masa depan.

“Dia sedang menuju untuk menjadi legenda sepak bola sejati,” ujar De la Fuente sebagaimana dilansir laman resmi UEFA.

Keyakinan sang pelatih didasari oleh kualitas teknis dan konsistensi yang ditunjukkan Yamal di lapangan hijau.

Menurut De la Fuente, Yamal memiliki kapasitas mumpuni untuk bersaing dalam perebutan gelar individu paling bergengsi, Ballon d’Or.

Meski demikian, De la Fuente menegaskan bahwa Spanyol saat ini memiliki banyak talenta hebat yang juga layak mendapatkan pengakuan serupa.

“Itu adalah pandangan saya. Bila dia satu-satunya pemain Spanyol yang bersaing untuk Ballon d’Or, saya akan mengatakan bahwa dia adalah yang terbaik,” ucapnya.

“Namun, ada pemain Spanyol lain dan saya menghormati mereka,” tambah De la Fuente terkait kedalaman skuad yang dimilikinya saat ini.

Dalam laga melawan Republik Ceko, Yamal mencetak gol pembuka saat pertandingan baru berjalan enam menit.

Performa gemilang ini memperpanjang catatan impresif Yamal yang telah mengoleksi empat gol hanya dalam tiga pertandingan UEFA Nations League musim ini.

Kemenangan di Oviedo tersebut memastikan Spanyol mempertahankan rekor sempurna di Grup A3.

La Roja kini telah mengumpulkan sembilan poin penuh dari tiga pertandingan yang telah dilakoni.

Sebelumnya, Spanyol berhasil menundukkan Inggris dengan skor 3-2 dan menaklukkan Kroasia dengan skor telak 4-1.

Catatan statistik ini menempatkan Spanyol sebagai salah satu tim paling produktif di kompetisi antarnegara Eropa tersebut.

Sorotan terhadap Yamal sendiri tidak lepas dari performa konsistennya, baik di level klub bersama Barcelona maupun di tim nasional.

Usianya yang masih sangat muda menjadikannya fenomena baru yang terus menarik perhatian para pengamat sepak bola global.

Spanyol dijadwalkan akan melakoni laga krusial berikutnya dalam jeda internasional bulan Oktober ini.

Skuad asuhan De la Fuente akan menghadapi Kroasia pada Rabu (7/10) mendatang.

Pertandingan tersebut menjadi ujian bagi La Roja untuk terus mempertahankan tren positif mereka di panggung internasional.

Konsistensi Yamal diharapkan kembali menjadi kunci dalam upaya Spanyol mengamankan posisi puncak klasemen Grup A3 hingga akhir babak penyisihan.

Rekomendasi