League Cup Segera Bergulir, Persija vs PSMS Jadi Laga Pembuka

Persija Jakarta dan PSMS Medan berpotensi menjadi laga pembuka kompetisi League Cup 2026/2027.

Jakarta – Kompetisi League Cup 2026/2027 dipastikan akan mulai bergulir pada 3 November 2026 mendatang.

Turnamen ini menyita perhatian publik sepak bola nasional karena potensi pertemuan klasik antara Persija Jakarta dan PSMS Medan sejak babak awal.

Duel dua klub dengan sejarah panjang ini disebut-sebut menjadi opsi menarik untuk laga pembuka musim.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum mengambil keputusan final terkait jadwal pertandingan pembuka.

Operator liga saat ini masih fokus melakukan koordinasi terkait ketersediaan stadion yang akan menjadi tuan rumah seremoni pembukaan.

“Kick off sudah kami tentukan. Saat ini kami masih menunggu ketersediaan stadion,” ujar Ferry Paulus pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Ferry menegaskan bahwa pihak operator sedang berupaya mencari waktu dan ruang yang paling tepat demi menyukseskan laga perdana tersebut.

Format League Cup musim ini akan menggunakan sistem fase grup yang melibatkan 36 tim dari Super League dan Championship.

Sebanyak 36 tim tersebut nantinya akan dibagi ke dalam sembilan grup yang berbeda.

Hanya tim yang berhasil keluar sebagai juara grup yang berhak melaju ke babak 12 besar sebelum kompetisi berlanjut ke perempat final.

Terdapat pengecualian bagi Persib Bandung dan Borneo FC yang telah mendapatkan tiket otomatis menuju babak delapan besar.

Kedua tim tersebut dipastikan tidak perlu berjuang melalui fase grup layaknya tim-tim peserta lainnya.

Selain menyoroti jadwal pembuka, pihak I.League juga tengah mematangkan rencana penentuan lokasi partai final.

Ferry mengungkapkan bahwa laga puncak nantinya akan diselenggarakan di stadion netral untuk menjaga integritas kompetisi.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta menjadi kandidat utama yang masuk dalam pertimbangan operator.

Pemilihan stadion netral ini bukan sekadar urusan teknis penyelenggaraan di lapangan.

I.League memiliki visi jangka panjang untuk mengajukan kompetisi ini kepada AFC sebagai salah satu jalur kualifikasi menuju kompetisi antarklub Asia.

“I.League sebenarnya sudah menentukan venue final. Kami memilih venue netral karena ada tujuan untuk mengajukan kompetisi ini kepada AFC sebagai salah satu jalur menuju kompetisi Asia,” jelas Ferry.

Ia menambahkan bahwa kualitas stadion menjadi faktor krusial dalam upaya meningkatkan daya saing klub-klub Indonesia di mata konfederasi sepak bola Asia.

Pihak operator ingin memastikan bahwa setiap slot yang diperebutkan memiliki nilai yang kompetitif dan prestisius bagi setiap klub peserta.

“Kami membutuhkan venue yang benar-benar bisa menunjang daya saing. Dengan begitu, slot ke kompetisi Asia nantinya memiliki nilai yang kompetitif dan prestisius,” tambahnya.

Meskipun SUGBK memiliki fasilitas yang memenuhi standar, penggunaan stadion tersebut masih harus dikoordinasikan dengan agenda Timnas Indonesia.

Pihak I.League mengakui bahwa padatnya jadwal pertandingan tim nasional menjadi tantangan dalam menetapkan venue final secara resmi.

“Kami masih harus melihat ketersediaan SUGBK karena stadion tersebut juga memiliki banyak agenda pertandingan Timnas Indonesia,” pungkas Ferry.

Rekomendasi