

Mandalika – Pembalap tim Yamaha, Alex Rins, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden kontroversial yang melibatkan dirinya dengan petugas lintasan atau marshal di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026) saat Rins mengalami kecelakaan dalam rangkaian sesi MotoGP Indonesia 2026.
Dalam rekaman video yang beredar luas, pembalap asal Spanyol tersebut terlihat mengacungkan jari tengah ke arah seorang marshal.
Aksi tidak terpuji itu dipicu oleh perbedaan pendapat mengenai prosedur evakuasi dari area sirkuit menuju paddock.
Rins menjelaskan bahwa dirinya merasa bingung dan tertekan ketika bantuan yang ditawarkan oleh tim marshal tidak berjalan sesuai dengan harapannya.
Pembalap berusia 30 tahun tersebut mengakui bahwa emosinya tidak stabil saat insiden tersebut terjadi di lintasan.
Ia menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan respons yang tidak profesional di hadapan publik.
Rins secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas perilakunya kepada pihak terkait dan para penggemar.
“Saya sadar tindakan itu tidak pantas dan sudah meminta maaf,” ujar Rins dalam keterangannya pada Minggu (11/10/2026).
Dia mengakui bahwa banyak penonton muda yang menyaksikan kejadian tersebut secara langsung maupun melalui siaran ulang.
Rins menegaskan bahwa sikap agresif yang ia tunjukkan bukanlah contoh yang baik bagi para penggemar MotoGP.
“Saya tahu sikap seperti itu bukan contoh yang baik. Saat itu, saya sedang sangat stres,” tambahnya.
Terkait dugaan adanya kendala teknis pada kendaraan evakuasi, Rins memberikan bantahan tegas.
Ia menepis rumor yang menyebutkan bahwa marshal tidak bisa mengantarnya karena harus membawa alat pemadam api ringan.
Menurut Rins, kendaraan yang digunakan oleh pihak marshal saat itu hanyalah skuter biasa.
Pembalap tersebut menyatakan bahwa seluruh rangkaian kejadian merupakan bentuk kesalahpahaman komunikasi antara dirinya dan petugas.
Meski demikian, Rins memilih untuk tidak memperpanjang persoalan yang sempat menyita perhatian publik tersebut.
Ia telah melakukan pembicaraan singkat dengan pihak steward untuk meluruskan duduk perkara insiden di Mandalika.
“Menurut saya, kejadian ini hanya kesalahpahaman,” ungkap Rins.
Ia juga menambahkan bahwa situasi tersebut cukup unik dan belum pernah ia alami sepanjang kariernya di dunia balap profesional.
Bahkan, menurut Rins, pihak steward pun merasa heran dengan alur kejadian yang berujung pada cekcok tersebut.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara MotoGP Indonesia 2026 tidak menjatuhkan sanksi atau penalti apa pun kepada Rins.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, Rins dipastikan dapat melanjutkan seluruh rangkaian kompetisi MotoGP Indonesia 2026 tanpa hambatan.
Insiden ini menjadi catatan tersendiri bagi para pembalap mengenai pentingnya menjaga profesionalisme di tengah tekanan tinggi saat bertanding.
Pihak sirkuit maupun tim Yamaha belum memberikan pernyataan tambahan terkait evaluasi prosedur evakuasi pembalap pasca-kejadian tersebut.