Kartu Merah Gravenberch Jadi Awal Petaka Liverpool Saat Dihajar Man City

Kartu merah Ryan Gravenberch menjadi titik balik kekalahan 0-3 Liverpool dari Manchester City di Anfield.

Liverpool – Kartu merah yang diterima gelandang Ryan Gravenberch menjadi titik balik krusial dalam kekalahan telak Liverpool atas Manchester City dengan skor 0-3 pada lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Anfield, Minggu (11/10).

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menyebut pengusiran pemain asal Belanda tersebut secara drastis mengubah dinamika permainan yang sebelumnya berada dalam kendali timnya.

Iraola menyatakan bahwa timnya mampu mengimbangi, bahkan mendominasi permainan Manchester City selama lebih dari satu jam pertandingan berlangsung.

Situasi di lapangan berubah total setelah wasit Chris Kavanagh memberikan kartu kuning kedua kepada Gravenberch akibat pelanggaran keras terhadap Jeremy Doku.

Sebelumnya, Gravenberch telah menerima kartu kuning pertama dalam laga tersebut setelah melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson.

Kehilangan satu pemain memaksa Liverpool bermain dengan 10 orang, sebuah celah yang langsung dimanfaatkan oleh skuad asuhan Manchester City untuk menguasai lini tengah dan membongkar pertahanan tuan rumah.

Iraola menegaskan bahwa pertandingan tersebut terbagi menjadi dua fase yang sangat kontras, yakni sebelum dan sesudah insiden kartu merah.

Selama 62 menit pertama, Iraola meyakini anak asuhnya tampil lebih baik dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Namun, setelah insiden tersebut, Manchester City mengambil alih kendali penuh atas jalannya laga dan mulai mencetak gol secara beruntun.

Erling Haaland membuka keunggulan bagi tim tamu pada menit ke-65, hanya berselang tiga menit setelah Gravenberch meninggalkan lapangan.

Keunggulan Manchester City bertambah melalui gol Jeremy Doku pada menit ke-68, yang semakin menekan mental para pemain Liverpool.

Rayan Cherki kemudian mengunci kemenangan telak bagi tim tamu lewat golnya pada menit ke-78, memastikan tiga poin dibawa pulang oleh Manchester City.

Iraola mengakui bahwa hasil akhir 0-3 sangat mengecewakan bagi timnya, terutama karena performa positif di awal pertandingan tidak membuahkan hasil.

Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan anak asuhnya yang telah berusaha keras sebelum situasi berubah menjadi sulit.

Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti peran suporter yang terus memberikan dukungan penuh di Anfield sepanjang pertandingan.

Menurut Iraola, dukungan dari para pendukung menjadi motivasi utama bagi Liverpool untuk tampil percaya diri saat jumlah pemain masih seimbang.

Kekalahan ini menjadi catatan evaluasi penting bagi Liverpool dalam menghadapi tekanan di papan atas Liga Inggris musim ini.

Di sisi lain, kemenangan tersebut memperkuat posisi Manchester City dalam persaingan gelar juara.

Liverpool kini harus segera membenahi koordinasi permainan tim agar tetap solid meski berada dalam situasi tertinggal jumlah pemain di laga-laga berikutnya.

Iraola menegaskan bahwa fase awal pertandingan tetap menjadi bukti bahwa timnya memiliki potensi untuk bersaing melawan tim papan atas jika mampu menjaga disiplin di atas lapangan.

Rekomendasi