Tampil di Tiga Kompetisi, Haye dan Klok Soroti Fasilitas Persib

Bandung – Persib Bandung menghadapi tantangan serius di tengah padatnya jadwal kompetisi musim 2026/2027 yang menuntut performa fisik tinggi dari para pemain.

Dua pilar utama Maung Bandung, Marc Klok dan Thom Haye, secara terbuka mengkritik minimnya dukungan fasilitas pendukung yang dianggap tidak sebanding dengan intensitas pertandingan yang harus dilakoni.

Klok menekankan bahwa permasalahan utama yang dihadapi skuad bukan sekadar kuantitas pertandingan, melainkan kurangnya perhatian pada aspek vital seperti nutrisi, pengaturan perjalanan, dan fasilitas penunjang pemulihan.

Menurut Klok, kondisi tersebut menuntut para pemain untuk memiliki mentalitas bertahan yang kuat agar tetap mampu menjaga performa di lapangan.

Ia menegaskan bahwa tim harus tetap optimistis meski harus beradaptasi dengan situasi yang kurang ideal di internal klub.

“Kita semua tahu ini jujur, fasilitas sangat kurang, nutrisi sangat kurang, pengaturan perjalanannya bukan yang terbaik. Jadi, kita harus beradaptasi. Kita juga mau belajar dari situasi ini. Tapi saya pikir kata yang paling penting mungkin adalah bertahan,” ujar Klok di Bandung, Rabu (14/10).

Klok menambahkan bahwa dukungan dari suporter dan seluruh elemen klub menjadi krusial untuk menjaga moral pemain di tengah kelelahan fisik yang terus mendera.

Ia berharap evaluasi menyeluruh mengenai kecukupan dukungan bagi pemain dapat dilakukan secara objektif setelah periode kompetisi yang padat ini berakhir.

Keluhan serupa juga diungkapkan Thom Haye yang menyoroti ketimpangan antara penambahan jumlah kompetisi dengan peningkatan sarana pendukung.

Haye merasa bahwa keikutsertaan Persib dalam berbagai ajang, termasuk ASEAN Club Championship, seharusnya dibarengi dengan fasilitas yang memadai untuk menunjang pemulihan fisik pemain.

Pemain naturalisasi tersebut bahkan mengaku lebih memilih melakukan pemulihan di tempat pribadi karena fasilitas di klub dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan atlet profesional.

“Musim ini, Shopee Cup ditambahkan bagi kami. Namun, bagi kami sebagai satu grup, tidak ada yang berubah. Tidak ada fasilitas yang berubah. Kami tidak bermain di stadion kami sendiri. Kami bepergian ke mana-mana,” kata Haye.

Haye menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas dan waktu istirahat membuat tim pelatih kini lebih memprioritaskan kondisi kebugaran pemain daripada menentukan komposisi taktis terbaik.

Situasi ini membuat pemilihan pemain untuk setiap pertandingan menjadi terbatas karena risiko cedera yang tinggi akibat jadwal yang sangat rapat.

“Jika Anda ingin menambahkan ajang seperti Shopee Cup, itu harusnya lebih baik. Karena sekarang rasanya, untuk pertandingan berikutnya kami tidak melihat bagaimana memainkan tim terbaik, tetapi kami melihat siapa yang sehat,” jelasnya.

Meskipun menghadapi kendala logistik dan kelelahan, Persib tetap menunjukkan daya saing tinggi, baik di kancah domestik maupun internasional, termasuk kemenangan di ajang ACL Two.

Haye mengakui bahwa seluruh anggota tim telah bekerja keras untuk tetap bertahan dan memberikan hasil maksimal di tengah situasi yang sulit.

Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini bagi para pemain adalah menjaga kesehatan agar tetap bisa tampil kompetitif di setiap laga yang akan datang.

Rekomendasi