3 Faktor Kunci PSM Makassar Taklukkan PSIM Yogyakarta

PSM Makassar berhasil meraih kemenangan 2-1 atas tuan rumah PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Jumat (16/10).

Bantul – PSM Makassar sukses bangkit dari keterpurukan setelah meraih kemenangan krusial 2-1 atas tuan rumah PSIM Yogyakarta dalam laga Super League yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10).

Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi skuad Juku Eja untuk kembali ke jalur positif setelah sebelumnya menelan kekalahan pahit dari PSS Sleman.

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menegaskan bahwa keberhasilan timnya menaklukkan Laskar Mataram tidak lepas dari evaluasi mendalam terhadap performa buruk pada laga sebelumnya.

Kalezic menyoroti tiga aspek fundamental yang sempat absen saat timnya menghadapi PSS Sleman, yakni semangat juang, tekad kemenangan, dan inisiatif permainan.

“Kami tidak bisa memberikan performa yang sama lagi seperti yang kami tunjukkan saat melawan PSS Sleman. Tidak ada semangat, tidak ada kemauan memenangkan pertandingan, dan tidak ada pengambilan inisiatif di pertandingan tersebut,” ujar Kalezic dalam konferensi pers pascapertandingan di Stadion Sultan Agung, Sabtu (17/10).

Perubahan mentalitas pemain di lapangan menjadi fondasi utama PSM dalam mendominasi jalannya pertandingan selama 90 menit.

Semangat membara tersebut diterjemahkan dengan sangat baik melalui efektivitas serangan pada babak kedua.

Setelah bermain imbang tanpa gol pada paruh pertama, PSM Makassar langsung tancap gas menekan pertahanan lawan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50 melalui tendangan kaki kiri Fahrul Aditia yang sukses menggetarkan jala gawang PSIM Yogyakarta.

Keunggulan tim tamu bertambah menjadi 2-0 pada menit ke-65 berkat kontribusi gol dari Stevan Jevtoski.

Kalezic menambahkan bahwa keberanian para pemainnya untuk mengambil inisiatif serangan sejak awal laga menjadi kunci dominasi tim.

Bahkan menurut Kalezic, jika efektivitas penyelesaian akhir lebih tajam, PSM seharusnya sudah bisa unggul dua gol sejak babak pertama.

Ujian berat sempat datang bagi skuad asuhan Kalezic pada menit ke-79 ketika Dusan Lagator harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu merah.

Pelanggaran tersebut berujung pada penalti yang berhasil dieksekusi dengan baik oleh pemain PSIM, Ze Valente, pada menit ke-82.

Meskipun harus bermain dengan sepuluh orang di sepuluh menit terakhir, kedisiplinan barisan pertahanan PSM mampu mematahkan setiap upaya serangan balik tuan rumah.

Ketangguhan lini belakang tersebut memastikan keunggulan 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Kalezic meyakini bahwa konsistensi dalam menerapkan semangat bertarung dan inisiatif permainan adalah kunci utama bagi timnya untuk tetap berada di level performa yang diinginkan sepanjang musim kompetisi ini.

Kemenangan di Stadion Sultan Agung ini diharapkan menjadi titik balik bagi PSM Makassar untuk mempertahankan tren positif dalam laga-laga Super League berikutnya.

Rekomendasi