

Surabaya – Persaingan ketat di lini tengah Persebaya Surabaya pada kompetisi Super League 2026/27 tidak menyurutkan motivasi gelandang asing, Gledson Paixao.
Pemain berusia 31 tahun tersebut tetap menunjukkan komitmen penuh untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim berjuluk Green Force meski belum mendapatkan kepercayaan sebagai starter.
Dalam dua laga awal musim ini, Gledson tercatat selalu diturunkan oleh pelatih Bernardo Tavares sebagai pemain pengganti.
Kondisi ini menuntut adaptasi tinggi bagi sang pemain untuk tetap menjaga level performa di tengah durasi bermain yang terbatas.
Gledson menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu memusingkan keputusan pelatih terkait siapa yang harus turun sejak menit pertama.
“Saya merasa performa saya makin membaik. Saya tidak peduli apakah nantinya bermain sebagai starter atau masuk sebagai pemain pengganti,” ujar Gledson pada Jumat, 18 September 2026.
Baginya, durasi waktu di lapangan bukanlah tolok ukur utama dalam memberikan dedikasi kepada klub.
“Saya harus selalu siap, entah bermain 30 detik, satu menit, lima menit, atau 90 sampai 100 menit,” tegas pemain asal Brasil tersebut.
Saat ini, Bernardo Tavares memang memiliki fleksibilitas tinggi dalam meracik lini tengah dengan ketersediaan banyak pemain berkualitas.
Deretan nama seperti Toni Firmansyah, Rachmat Irianto, Diogo Ramalho, Sadida Nugraha, hingga M. Ichsas menjadi opsi yang tersedia bagi tim pelatih.
Bahkan, pemain bertahan Risto Mitrevski pun sempat diplot sebagai gelandang bertahan dalam dua pertandingan pembuka musim ini.
Kondisi tersebut menciptakan iklim kompetisi internal yang sangat ketat di setiap sesi latihan maupun pertandingan.
Namun, Gledson justru memandang melimpahnya pilihan pemain ini sebagai modal positif bagi perjalanan Persebaya mengarungi musim yang panjang.
“Saya pikir memiliki tim dengan pemain-pemain berkualitas seperti ini adalah hal yang sangat bagus,” ungkapnya.
Gledson memilih untuk menyerahkan sepenuhnya keputusan taktis kepada Bernardo Tavares yang dianggap lebih memahami kebutuhan tim.
Pemain yang sarat pengalaman ini enggan menjadikan status cadangan sebagai beban mental yang justru bisa mengganggu fokusnya.
Menurutnya, konsistensi dalam latihan menjadi kunci utama agar dirinya selalu berada dalam kondisi siap tempur kapan pun dibutuhkan oleh tim.
“Semua keputusan ada di tangan pelatih. Saya hanya perlu tetap tenang, bekerja keras, dan memastikan ketika kesempatan datang, saya sudah siap membantu klub,” jelasnya.
Hingga saat ini, Gledson terus berupaya menjaga kebugaran fisik dan mematangkan adaptasi taktik di bawah arahan staf pelatih.
Pihaknya optimistis bahwa kedalaman skuad yang dimiliki Persebaya akan menjadi faktor penentu dalam menjaga tren positif tim di sepanjang kompetisi Super League musim ini.