

Jakarta – Operator kompetisi I.League memastikan akan memproses insiden pelemparan benda yang terjadi dalam laga pekan kedua Super League 2026/2027 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat, 18 September 2026.
Insiden tersebut terjadi saat para pemain Persib Bandung sedang melakukan sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai.
Sejumlah benda yang dilempar dari arah tribun penonton sempat mengenai pemain Persib Bandung, termasuk gelandang Beckham Putra.
Beckham terlihat menunjukkan bagian lengannya yang terkena lemparan kepada ofisial tim sesaat setelah kejadian.
Pemain tersebut kemudian memungut botol air mineral yang dilemparkan dari tribun untuk dijadikan bukti atas insiden tersebut.
Peristiwa ini menyita perhatian publik karena pertandingan tersebut dihadiri langsung oleh 58.961 penonton yang memadati stadion.
Terkait potensi sanksi bagi pihak tuan rumah, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa setiap insiden di lapangan akan melalui mekanisme pengawasan standar.
Asep menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pertandingan Super League diawasi langsung oleh Match Commissioner yang bertugas di lokasi.
Perangkat pertandingan tersebut memiliki kewajiban untuk mencatat dan melaporkan setiap kejadian yang dianggap melanggar regulasi maupun Kode Disiplin I.League.
“Saya pikir normal ya, sama statusnya dengan 305 pertandingan lainnya,” ujar Asep Saputra saat memberikan keterangan kepada awak media.
Asep menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus atau mekanisme berbeda dalam menangani laga berstatus rivalitas tinggi seperti Persija melawan Persib.
Menurutnya, prosedur penanganan pelanggaran tetap mengacu pada laporan resmi yang disusun oleh pengawas pertandingan di lapangan.
“Match Commissioner akan melihat, mengakses, melaporkan, kalaupun terjadi misalnya hal-hal yang tidak sesuai dengan regulasi, kode disiplin, nanti dalam prosedurnya tentu akan diproses,” jelas Asep.
Pihak operator liga mengakui bahwa penyelenggaraan kompetisi musim ini masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Asep menambahkan bahwa konsistensi penerapan aturan menjadi prioritas utama agar standar keamanan dan kenyamanan di stadion tetap terjaga.
“Tentu masih ada banyak PR, karena kita baru memulai, tetapi sekali lagi ini menjadi energi positif lah,” ungkapnya.
I.League turut mengimbau seluruh elemen pendukung, termasuk klub, pemain, perangkat pertandingan, dan suporter untuk menjaga kondusivitas selama kompetisi berlangsung.
Keamanan stadion menjadi tanggung jawab kolektif guna memastikan kelancaran jalannya seluruh laga musim ini.
“Semoga semua pihak tetap menjaga kondusivitas, klub, pemain, match ofisial, penonton terutama, dan juga termasuk kami pun bagaimana cara konsisten memastikan regulasi,” pungkas Asep.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara masih menunggu laporan lengkap dari perangkat pertandingan untuk menentukan langkah sanksi lebih lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku di I.League.