

Jakarta – Dukungan masif dari puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi kunci keberhasilan Timnas Indonesia menahan imbang Malaysia dengan skor 0-0 dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Rabu (30/9).
Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, secara terbuka mengakui bahwa atmosfer yang diciptakan pendukung tuan rumah berperan krusial sebagai pemain ke-12 bagi skuad Garuda.
Kehadiran suporter memberikan energi tambahan bagi para pemain Indonesia yang harus berjuang keras sepanjang pertandingan.
Timnas Indonesia dipaksa bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-37 setelah gelandang Thom Haye menerima kartu merah dari wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin.
Situasi tersebut membuat Indonesia berada di bawah tekanan konstan dari tim tamu sepanjang babak kedua.
Namun, disiplin pertahanan yang solid berhasil meredam setiap serangan Malaysia hingga peluit akhir dibunyikan.
“Tentu saja, ketika kami bermain dengan sepuluh pemain, kami membutuhkan pertahanan sebagai pemain ke-11 yaitu para suporter. Saya pikir mereka melakukannya,” ujar Maarten Paes dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.
Paes tampil impresif dalam laga ini dengan mencatatkan delapan penyelamatan krusial yang mengamankan gawangnya dari kebobolan.
Catatan clean sheet ini sekaligus memperpanjang tren positif pertahanan Indonesia yang tidak kebobolan dalam lima dari enam pertandingan terakhir.
Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras seluruh rekan setimnya di lini belakang.
Hubner menyebut kolektivitas pemain seperti Elkan Baggott, Kevin Diks, dan Dean James sebagai alasan mengapa Indonesia mampu bertahan meski kekurangan jumlah pemain.
“Bermain dengan 10 pemain memang selalu sulit, tetapi saat melihat bagaimana kami bertahan di akhir pertandingan, saya pikir itu layak mendapat pujian besar untuk tim,” kata pemain Fortuna Sittard tersebut.
Hubner menambahkan bahwa ketangguhan pertahanan Indonesia memberikan keyakinan bahwa timnya sulit ditembus oleh lawan mana pun.
“Saya pikir semua orang ingin melihat kami menang, tetapi saat kami bisa bertahan seperti ini, tidak ada tim yang akan bisa mencetak gol ke gawang kami,” tegasnya.
Saat ini, Indonesia menempati posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan perolehan empat poin.
Skuad Garuda berada di bawah Malaysia yang unggul dalam selisih gol di puncak klasemen.
Untuk menjaga kans lolos ke babak berikutnya, Indonesia wajib meraih kemenangan atas Bangladesh pada laga pamungkas fase grup, Kamis (1/10).
Hasil akhir bagi Indonesia juga akan sangat bergantung pada laga antara Malaysia dan Singapura yang akan menentukan posisi akhir di grup tersebut.
Seluruh pemain kini mengalihkan fokus penuh untuk memastikan poin maksimal dalam pertandingan penentuan melawan Bangladesh mendatang.