Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, John Herdman Beri Pesan untuk Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman saat memimpin sesi latihan jelang laga kontra Bangladesh.

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menekankan pentingnya skuad Garuda untuk menunjukkan penghormatan mendalam kepada para korban tragedi Kanjuruhan dalam laga kontra Bangladesh di ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertandingan Grup A yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut jatuh bertepatan dengan peringatan empat tahun peristiwa kelam yang merenggut 135 nyawa di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Herdman menyampaikan instruksi tersebut secara langsung saat memimpin sesi latihan terakhir tim di Stadion PTIK, Jakarta, pada Rabu (30/9).

Menurut pelatih asal Kanada tersebut, para pemain saat ini memikul tanggung jawab besar sebagai representasi sepak bola nasional di kancah internasional.

Oleh karena itu, setiap langkah dan sikap yang ditunjukkan di atas lapangan harus mencerminkan empati terhadap tragedi kemanusiaan yang pernah mengguncang dunia sepak bola Indonesia pada 1 Oktober 2022 tersebut.

“Penting bagi para pemain untuk tampil mewakili negara dengan cara yang benar besok, sekaligus memberi penghormatan bagi mereka yang kehilangan nyawanya dalam tragedi Kanjuruhan,” tegas Herdman.

Herdman mengaku memiliki memori tersendiri mengenai tragedi ini, karena dirinya sudah mengikuti perkembangan peristiwa tersebut sejak masih melatih Timnas Kanada.

Bahkan, saat itu ia sempat memimpin anak asuhnya untuk melakukan seremoni mengheningkan cipta sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban yang gugur di Malang.

Pengalaman tersebut membuat Herdman merasa bahwa penghormatan terhadap korban Kanjuruhan merupakan elemen krusial yang tidak boleh dilewatkan oleh skuad Garuda dalam momentum pertandingan kali ini.

“Tentu saja harus memberikan penghormatan terbaik. Tim ini adalah representasi dari sepak bola di negara. Jika lupa, kami tidak akan belajar,” tambah Herdman.

Selain aspek kemanusiaan, laga melawan Bangladesh juga memiliki urgensi strategis bagi posisi Indonesia di klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Saat ini, Indonesia menempati posisi kedua dalam tabel klasemen dengan perolehan empat poin dari beberapa laga yang telah dilakoni.

Posisi puncak klasemen sementara diduduki oleh Malaysia yang juga mengoleksi empat poin, namun unggul dalam selisih satu gol dibandingkan skuad Garuda.

Kondisi tersebut menuntut Indonesia untuk meraih kemenangan dengan margin gol yang besar saat berhadapan dengan Bangladesh.

Target tersebut menjadi krusial untuk memperbaiki selisih gol sekaligus memperbesar peluang Indonesia dalam mengamankan tiket menuju babak final FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertandingan yang digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sekaligus pengingat bagi seluruh pelaku sepak bola nasional akan pentingnya keselamatan dan kemanusiaan dalam setiap kompetisi.

Seluruh pemain diharapkan mampu menyeimbangkan fokus taktis di lapangan dengan sikap penghormatan yang layak terhadap sejarah kelam yang pernah dialami oleh pendukung sepak bola di tanah air.

Rekomendasi