

Jakarta – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan ambisi besar Timnas Indonesia untuk menembus babak delapan besar Piala Asia 2027 tetap menjadi prioritas utama federasi.
Target ambisius tersebut dipatok meski Indonesia harus menghadapi lawan-lawan tangguh di Grup F, yakni Jepang, Qatar, dan Thailand.
Pernyataan ini disampaikan Erick di Jakarta pada Rabu, 16 September 2026, sebagai respons atas skeptisisme terkait target tinggi skuad Garuda di kancah sepak bola Asia.
Erick menggunakan drama pertandingan Derbi Manchester antara Manchester United melawan Manchester City yang berlangsung pada Minggu (13/9/2026) sebagai ilustrasi.
Dalam laga tersebut, Manchester City harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-23 setelah Phil Foden mendapatkan kartu merah.
Secara matematis, kondisi tersebut menempatkan Manchester United dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk memenangkan pertandingan.
Erick, yang secara pribadi merupakan pendukung Arsenal, sempat memprediksi Manchester United akan mampu mengamankan keunggulan dengan mudah.
“Pasti pendukung MU, saya Arsenal, ya, menang 2-0,” ujar Erick Thohir saat memberikan keterangan kepada awak media.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain karena Manchester City justru mampu mencetak gol melalui Erling Haaland pada menit ke-60.
Manchester City akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 1-0 meski harus tampil dengan kekurangan jumlah pemain.
Hasil tersebut menjadi pengingat bagi Erick bahwa sepak bola tidak selalu berjalan sesuai dengan hitungan logis di atas kertas.
“Ya itulah bola. Kenapa bola jadi olahraga nomor satu di dunia? Karena penuh dengan drama,” tegasnya.
Erick menekankan bahwa ketidakpastian inilah yang mendasari keberanian PSSI untuk memasang target tinggi bagi Timnas Indonesia.
Menurutnya, setiap pemangku kepentingan dalam sepak bola nasional harus memiliki mimpi besar demi kemajuan prestasi tim nasional di masa depan.
“Kembali, kalau saya, mohon maaf kalau PSSI, Ketua Umumnya hari ini ambisius. Bukan karena apa, ya itu mimpi kita semua,” ucapnya menambahkan.
Piala Asia 2027 sendiri dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027 mendatang.
Sebelum berlaga di turnamen tersebut, skuad asuhan John Herdman terlebih dahulu akan menghadapi agenda FIFA ASEAN Cup 2026 pada akhir September ini.
Erick menekankan bahwa target besar ini hanya bisa tercapai melalui dukungan kolektif dari pemerintah, federasi, pemain, hingga suporter.
Ia secara khusus meminta agar rivalitas antar klub di level domestik tidak dibawa ke dalam dukungan terhadap Timnas Indonesia.
“Kalau sudah liga selesai, ya harus kita konsolidasi menjadi suporter Tim Nasional, mendukung Tim Nasional dengan segala naik turunnya kondisi,” tuturnya.
Selain target di Piala Asia, Erick juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas kepelatihan di bawah arahan John Herdman.
Ia menegaskan bahwa PSSI berkomitmen penuh memberikan dukungan maksimal kepada Herdman tanpa terjebak dalam perbandingan dengan era kepelatihan sebelumnya.
“Saya punya hubungan baik dengan Coach Shin Tae-yong, dengan Patrick, tentu hari ini saya harus mendukung John Herdman semaksimal mungkin,” pungkasnya.