

Barcelona – Penyerang asal Brasil, Raphinha, kini menunjukkan performa impresif dalam peran baru sebagai ujung tombak bagi Barcelona pada musim kompetisi 2026/27.
Pemain berusia 29 tahun tersebut mengaku sangat menikmati tanggung jawab barunya di lini depan karena memberikan peluang lebih besar untuk mencetak gol bagi Blaugrana.
Transformasi posisi ini terjadi setelah Barcelona melepas sejumlah pemain depan, termasuk Robert Lewandowski dan Ferran Torres, pada bursa transfer musim panas 2026.
Pelatih Hansi Flick secara konsisten menempatkan Raphinha sebagai penyerang tengah sejak awal musim, meskipun klub baru saja mendatangkan Gabriel Jesus sebagai opsi tambahan.
Kepercayaan yang diberikan oleh Flick dibayar lunas oleh Raphinha melalui catatan statistik yang produktif, yakni mengoleksi delapan gol dan satu assist hingga saat ini.
Salah satu performa puncaknya terlihat saat Barcelona melibas Feyenoord dengan skor telak 5-1 pada laga perdana fase liga Liga Champions di Camp Nou, Jumat (11/9).
Dalam pertandingan tersebut, Raphinha berhasil menyumbangkan dua gol untuk memastikan dominasi tim tuan rumah atas wakil Belanda tersebut.
Selain brace dari Raphinha, kemenangan besar Barcelona juga dilengkapi oleh gol yang dicetak Karim Adeyemi, Lamine Yamal, dan Gabriel Jesus.
Satu-satunya gol balasan dari tim tamu dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Sem Steijn.
Meskipun merasa nyaman dengan peran barunya yang lebih dekat ke gawang lawan, Raphinha menegaskan loyalitasnya terhadap kebutuhan taktis tim.
Dia menyatakan kesiapannya untuk beradaptasi di posisi mana pun yang diinstruksikan oleh staf pelatih demi kepentingan kolektif Barcelona.
“Saya sangat menikmati di posisi ini, sebenarnya karena gol-gol terus mengalir deras,” ujar Raphinha seperti dikutip dari laman resmi UEFA.
“Namun, prinsip saya tidak pernah berubah, saya menghargai setiap posisi tempat saya diminta bermain dan akan memberikan segalanya,” tambahnya.
Raphinha menekankan bahwa fleksibilitas dan komitmen tinggi menjadi kunci untuk menjalani musim yang menyenangkan bersama klub.
“Dengan cara itulah hidup menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” jelasnya.
Sebelumnya, Raphinha lebih dikenal sebagai pemain yang beroperasi di sektor sayap selama kariernya bersama Barcelona di musim-musim terdahulu.
Perubahan posisi ini menuntut adaptasi taktis yang signifikan, namun Raphinha mampu membuktikan kapasitasnya sebagai predator di kotak penalti lawan.
Hansi Flick kini memiliki opsi lini serang yang variatif dengan keberadaan Raphinha yang mampu bermain di berbagai posisi depan.
Ketajaman Raphinha diharapkan mampu membawa Barcelona bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions musim ini.
Keberhasilan transisi peran ini juga membuktikan kematangan Raphinha dalam membaca permainan di bawah arahan strategi yang diterapkan oleh Hansi Flick.
Dukungan dari rekan setim seperti Lamine Yamal dan Gabriel Jesus semakin mempermudah Raphinha dalam menjalankan tugas barunya di lini depan.
Hingga saat ini, Raphinha tetap menjadi pilihan utama Flick untuk mengisi posisi penyerang tengah dalam skema permainan Barcelona.