

Bandung – Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen sepak bola berskala internasional, FIFA ASEAN Cup 2026.
Penunjukan ini menempatkan stadion berkapasitas 27 ribu penonton tersebut sebagai venue resmi untuk pertandingan Grup B yang mempertemukan Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Namun, status tuan rumah ini membawa tantangan tersendiri bagi pihak penyelenggara dalam memastikan tingkat kehadiran penonton di stadion.
Berbeda dengan Grup A yang dihuni Timnas Indonesia dan akan berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pertandingan di Si Jalak Harupat tidak melibatkan skuad Garuda.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai animo masyarakat, terutama mengingat struktur harga tiket yang telah ditetapkan oleh PSSI.
Untuk pertandingan pada matchday 1 dan 2, tiket dibanderol seharga Rp100 ribu, sementara pada matchday 3 dan 4, harga naik menjadi Rp200 ribu.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kehadiran penonton di stadion seharusnya tidak hanya bergantung pada penampilan tim nasional Indonesia.
Menurutnya, ajang FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan kesempatan berharga bagi masyarakat Bandung dan Jawa Barat untuk menyaksikan langsung kualitas sepak bola tingkat tinggi dari negara-negara tetangga.
“Saya lihat animonya tidak hanya buat tim nasional, tapi tadi saya dengar dari Pak Wali Kota, Pak Bupati Bandung, ingin menggiatkan masyarakat yang suka bola mesti melihat pertandingan kelas yang tinggi,” ujar Erick saat berada di Bandung, Sabtu (26/9).
Erick menekankan bahwa laga-laga di Grup B bukan sekadar hiburan, melainkan sarana edukasi bagi pesepak bola muda dan sekolah sepak bola di wilayah tersebut.
Ia memastikan bahwa tim-tim yang bertanding di Grup B akan membawa kekuatan terbaik mereka guna menjaga kompetisi tetap berkualitas.
“Karena ini pembelajaran untuk tentu anak-anak di bawah dan sekolah sepak bola dan semua untuk melihat langsung. Karena tadi tim-tim yang bermain ini kelasnya bagus-bagus,” tambahnya.
Sebagai ilustrasi, Erick mencontohkan komposisi pemain tim Filipina yang mayoritas berkarier di luar negeri, ditambah kehadiran tim-tim kuat seperti Vietnam dan Thailand.
Pihak PSSI berharap pemerintah daerah bersama masyarakat Jawa Barat dapat proaktif dalam meramaikan tribun stadion selama turnamen berlangsung.
Dukungan kolaboratif ini dinilai krusial agar kegiatan berskala internasional tersebut dapat berjalan dengan optimal.
Penunjukan Bandung sebagai salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri didasari oleh kesiapan infrastruktur olahraga yang memadai di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah dinilai telah melakukan investasi signifikan pada fasilitas lapangan yang memenuhi standar internasional.
Stadion Si Jalak Harupat sebelumnya telah membuktikan kapabilitasnya saat menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 pada tahun 2023.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menambahkan bahwa modal utama Bandung sebagai tuan rumah adalah karakter masyarakatnya yang sangat mencintai sepak bola.
“Yang paling utama adalah kalau kemudian kenapa Bandung dipercaya, artinya satu, kota ini aman, para pendukungnya, penggemarnya sangat santun, ramah, dan terbuka terhadap siapa pun termasuk dari luar. Ketiganya menarik karena selalu penontonnya banyak,” ujar Dedi.