Francesco Bagnaia Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Performa Pembalap Ducati

Francesco Bagnaia memberikan tanggapan mengenai performanya dalam seri MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring.

SPIELBERG – Francesco Bagnaia memberikan perspektif berbeda terkait performanya pada seri MotoGP Austria 2026 yang berlangsung di Red Bull Ring.

Pembalap asal Italia tersebut menepis anggapan bahwa dirinya telah berhasil memangkas jarak kompetitif dengan para pembalap Ducati lainnya meskipun berhasil finis di posisi ketujuh.

Bagnaia justru menilai bahwa posisi finis yang terlihat lebih dekat tersebut merupakan imbas dari penurunan performa yang dialami oleh para kompetitor di atas motor Ducati.

“Kalau melihat hasilnya, saya tidak merasa benar-benar mendekati mereka,” ujar Bagnaia pada Senin, 28 September 2026.

“Justru mereka yang akhirnya berada lebih dekat dengan posisi saya,” tambahnya.

Pembalap yang telah mengoleksi dua gelar juara dunia MotoGP tersebut menegaskan bahwa ritme balapnya tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

Ia mengakui bahwa hasil di Austria hanyalah pengulangan dari catatan waktu yang ia bukukan pada beberapa seri balapan sebelumnya.

Meski demikian, posisi ketujuh ini menjadi sebuah kemajuan kecil bagi Bagnaia setelah sebelumnya harus menelan pil pahit gagal finis atau DNF secara beruntun.

Kegagalan finis tersebut tercatat terjadi pada seri Silverstone, Aragon, hingga balapan di San Marino yang menjadi pukulan berat bagi konsistensi poinnya.

Namun, Bagnaia tetap menyoroti adanya kendala teknis yang masih menghantui motor Ducati miliknya hingga saat ini.

Ia secara spesifik menyoroti masalah krusial pada aspek traksi yang dirasakan sejak awal musim.

Menurut pengamatannya, Ducati kehilangan keunggulan kompetitif saat harus melahap karakter lintasan Red Bull Ring yang unik.

Motornya terasa kurang optimal ketika melakukan manuver memasuki tikungan hingga saat harus berakselerasi keluar dari tikungan.

“Kami masih kehilangan banyak waktu di tikungan,” ungkap Bagnaia.

“Ketika motor mulai kembali tegak, traksi yang kami dapatkan juga belum seperti yang diharapkan,” tuturnya.

Selain masalah teknis pada motor, Bagnaia juga menyoroti kondisi lintasan yang dirasa kurang ideal sepanjang balapan berlangsung.

Ia menilai kecepatan rata-rata seluruh pembalap di lintasan tidak setinggi catatan waktu yang pernah dibukukan pada musim-musim sebelumnya.

Kondisi ini menambah daftar panjang pekerjaan rumah bagi tim teknis Ducati untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Bagnaia menegaskan bahwa timnya wajib segera menemukan solusi untuk mengembalikan performa puncak motor agar bisa kembali bersaing di barisan depan.

Hingga saat ini, pihak pabrikan masih terus berupaya mengatasi masalah kelimpungan yang dirasakan para pembalapnya dalam menemukan setelan motor yang tepat.

Konsistensi menjadi tantangan utama bagi Bagnaia untuk menjaga peluangnya dalam persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini.

Evaluasi mendalam akan terus dilakukan sebelum seri balapan berikutnya dimulai guna memperbaiki catatan waktu dan stabilitas motor di lintasan balap.

Rekomendasi