Gagal Capai Target, PBVSI Tetap Bangga pada Timnas Voli Putri

Tim nasional voli putri Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah menyelesaikan perjuangan di Asian Games 2026.

Tangerang – Tim nasional voli putri Indonesia resmi kembali ke Tanah Air pada Rabu (23/9) setelah menuntaskan rangkaian pertandingan pada ajang Asian Games 2026.

Medi Yoku dan rekan-rekan setimnya mendaratkan kaki di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada sore hari WIB.

Kepulangan skuad Garuda Pertiwi disambut langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBVSI, Adang Ginanjar, bersama jajaran pengurus NOC Indonesia.

Penyambutan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah ditunjukkan oleh para atlet selama menjalani kompetisi multievent bergengsi antarnegara Asia tersebut.

Timnas voli putri Indonesia mengakhiri perjalanan Asian Games 2026 dengan menempati peringkat keenam secara keseluruhan.

Hasil tersebut dipastikan setelah Indonesia mengalami kekalahan 0-3 dari Taiwan pada laga penentuan dengan rincian skor 15-25, 20-25, dan 11-25.

Meskipun belum berhasil menembus target posisi kelima yang ditetapkan oleh PBVSI, performa skuad asuhan Marcos Sugiyama tetap mendapat sorotan positif.

Adang Ginanjar memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas pemain yang mayoritas diisi oleh talenta-talenta muda.

“Kami menghadapi lawan-lawan tangguh sepanjang Asian Games 2026. Setelah Nepal, para pemain harus menghadapi Jepang, Thailand, hingga terakhir Vietnam,” ujar Adang.

Ia menambahkan bahwa perjuangan para pemain di lapangan telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding turnamen sebelumnya.

“Tentu melihat tayangan dari layar kaca, mereka sudah luar biasa untuk bisa meraih kemenangan. Apresiasi harus diberikan untuk mereka dari turnamen ini,” tegas Adang.

Secara statistik, pencapaian peringkat keenam ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan Asian Games 2018.

Pada edisi 2018 yang berlangsung di Indonesia, tim voli putri nasional hanya mampu bertengger di posisi ketujuh setelah mengalahkan Filipina.

Kini, fokus PBVSI mulai beralih pada persiapan menuju agenda internasional berikutnya, yakni SEA Games 2027.

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna memperbaiki komposisi tim agar lebih kompetitif di level Asia Tenggara.

Salah satu opsi strategis yang tengah dipersiapkan adalah pemanggilan kembali sejumlah pemain berpengalaman yang saat ini berkompetisi di luar negeri.

Nama Megawati Hangestri Pertiwi menjadi sorotan utama yang diharapkan dapat memperkuat skuad pada SEA Games 2027 mendatang.

Pevoli asal Jember tersebut saat ini masih terikat kontrak profesional dengan klub Liga Korea, Suwon Hyundai Engineering & Construction Hillstate.

Kehadiran pemain dengan jam terbang internasional tinggi seperti Megawati diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi kedalaman tim.

Kombinasi antara pemain muda yang berkembang pesat di Asian Games 2026 dan kembalinya pemain kunci diharapkan mampu membawa prestasi lebih baik bagi voli putri Indonesia.

Pihak federasi menaruh harapan besar agar pengalaman yang didapat selama di Asian Games menjadi modal berharga bagi para atlet dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Rekomendasi