

Jakarta – Timnas Indonesia dituntut meraih kemenangan besar saat menghadapi Bangladesh dalam laga penentuan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026) malam pukul 19.30 WIB.
Kemenangan dengan selisih gol yang signifikan menjadi syarat mutlak bagi skuad Garuda untuk menjaga asa melaju ke babak final turnamen tersebut.
Saat ini, posisi puncak klasemen sementara Grup A masih dikuasai oleh Malaysia yang secara bersamaan akan melakoni laga krusial kontra Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Kondisi ini memaksa tim asuhan John Herdman untuk tampil agresif sejak menit awal demi mengamankan posisi yang lebih menguntungkan dalam perolehan poin dan selisih gol.
Laga malam ini menjadi ujian mentalitas bagi Kevin Diks dan kolega setelah sebelumnya bermain imbang 0-0 melawan Malaysia di stadion yang sama pada Senin lalu.
Pertandingan tersebut menjadi sorotan karena Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapatkan kartu merah melalui peninjauan VAR.
Selama hampir satu jam, Garuda dipaksa bertahan total menghadapi gempuran Malaysia yang mendominasi jalannya pertandingan.
Maarten Paes tampil sebagai pahlawan di bawah mistar gawang dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga gawang Indonesia tetap bersih.
Di lini belakang, Elkan Baggott dan Justin Hubner bekerja keras memblokade serangan lawan, sementara Kevin Diks memimpin rekan-rekannya sebagai kapten di sisi kanan lapangan.
Joey Pelupessy juga memegang peran vital dalam menjaga jarak antarlini serta memutus aliran bola lawan di depan garis pertahanan.
Baggott mengakui bahwa perubahan strategi menjadi keharusan saat tim kehilangan satu personel di lapangan.
“Kita tahu ketika kita main 10 pemain kita harus adaptasi dengan kekurangan skuad itu,” ujar Baggott mengenai perjuangan tim di laga sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa meski sulit untuk menyerang dengan jumlah pemain yang terbatas, hasil imbang tersebut tetap patut disyukuri sebagai modal berharga.
Justin Hubner turut memberikan pandangannya terkait perubahan dinamika permainan setelah insiden kartu merah.
“Pertandingan tadi, saya rasa kami mendominasi sampai terjadinya kartu merah. Ketika kami mendapatkan kartu merah, rasanya sangat sulit bagi kami untuk keluar menyerang,” ungkap pemain Fortuna Sittard tersebut.
Kapten tim, Kevin Diks, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi seluruh pemain yang menunjukkan semangat pantang menyerah meski dalam situasi tertekan.
“Kami harus berjuang sekuat tenaga, apresiasi untuk semua pemain yang tampil malam ini,” tegas Diks.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menekankan bahwa di balik taktik yang diterapkan, ia sedang membangun ikatan persaudaraan yang kuat di dalam tim.
“Ketika Anda punya suporter seperti itu, mereka ikut berjuang bersama. Kami sedang membangun sebuah persaudaraan di sini, mereka akan berjuang untuk satu sama lain,” tutur juru taktik asal Inggris tersebut.
Malam ini, semangat persaudaraan tersebut akan kembali diuji saat Garuda meladeni perlawanan Bangladesh di hadapan ribuan pendukung setianya.
Kemenangan telak menjadi target utama demi memastikan satu tiket ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026.