IHSG Diproyeksi Turun ke Level 4.800, Cek Saham Pilihan Analis

IHSG diproyeksikan melemah hari ini akibat kekhawatiran investor terhadap potensi keluarnya arus modal asing.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini, Senin (19/10).

Sentimen negatif pasar dipicu oleh wacana MSCI yang mempertimbangkan penurunan status pasar Indonesia menjadi pasar mandiri atau standalone market.

Kekhawatiran investor mengenai potensi keluarnya arus modal asing atau capital outflow menjadi beban utama bagi pergerakan indeks.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan tren pelemahan.

Indeks diperkirakan akan menuju level support di angka 5.020, dengan skenario lebih buruk di level 4.808.

Penurunan ini terkonfirmasi setelah IHSG menembus level fraktal 5.317 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10) lalu.

Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish yang cukup kuat.

Ivan menyatakan bahwa indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish yang berpotensi menahan laju indeks.

Level support IHSG saat ini berada di 5.020, 4.895, dan 4.767.

Sementara itu, level resistance berada pada kisaran 5.500, 5.800, hingga 6.216.

Pandangan serupa disampaikan oleh tim riset BRI Danareksa Sekuritas yang menyoroti risiko ketidakpastian klasifikasi MSCI.

Menurut mereka, tekanan terhadap IHSG dan nilai tukar rupiah masih perlu diwaspadai selama belum ada kepastian yang meredakan kekhawatiran pelaku pasar.

Secara teknis, IHSG dinilai telah mengalami breakdown tajam dari pola Head and Shoulders setelah gagal bertahan di atas neckline psikologis 6.000.

Momentum bearish terlihat semakin nyata dengan posisi garis MACD yang berada di bawah signal line serta histogram negatif yang terus melebar.

Area 5.100 kini menjadi support psikologis terdekat, diikuti oleh level 4.954 sebagai support Fibonacci.

Untuk meredakan tekanan jual, indeks setidaknya harus mampu menembus level resistance awal di angka 5.200.

Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, para analis tetap memberikan rekomendasi saham bagi investor.

BinaArtha Sekuritas merekomendasikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga masuk dalam daftar pantauan.

Sementara itu, tim riset BRI Danareksa merekomendasikan PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Pelaku pasar saat ini juga tengah mencermati langkah Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan terkait upaya penguatan transparansi pasar modal.

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor dan artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Rekomendasi