

Jakarta – Indonesia resmi didaulat menjadi tuan rumah tunggal di luar Eropa untuk gelaran bergengsi FIA Rallycross World Cup 2026.
Ajang balap internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 6 Desember 2026 di Ancol Rallycross Circuit, Jakarta.
Perhelatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara SARGA MOTORSPORT dengan Fédération Internationale de l’Automobile (FIA).
Trek balap yang digunakan akan menyajikan tantangan unik dengan perpaduan permukaan aspal dan tanah.
Kompetisi ini akan mempertandingkan dua kelas utama, yaitu kategori RX1 dan RX5.
Nama-nama besar dalam dunia balap dunia dipastikan akan turun dalam ajang ini.
SARGA MOTORSPORT menurunkan juara dunia WRC sembilan kali, Sébastien Loeb, untuk berlaga di kelas RX1.
Ia akan didampingi oleh Kevin Hansen, sosok yang sukses meraih gelar juara FIA Extreme H World Cup 2025.
Sementara itu, talenta muda Indonesia, Kingston Effendi, dijadwalkan unjuk gigi di kategori RX5.
Penyelenggara memasang target ambisius dengan mendatangkan 25.000 penonton setiap harinya selama periode balapan.
Deputy Chief SARGA MOTORSPORT, Ricky Wirjan, menyatakan bahwa Jakarta dipilih sebagai pusat ekspansi rallycross di kawasan Asia.
Ia menyebut langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat ekosistem otomotif nasional.
“Bagi SARGA MOTORSPORT, FIA Rallycross World Cup bukan sekadar menghadirkan satu event internasional, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk membangun ekosistem rallycross dan motorsport yang semakin kuat di Indonesia,” ujar Ricky.
Ricky menambahkan bahwa FIA telah memberikan kepercayaan kepada SARGA MOTORSPORT untuk mengelola event ini selama lima tahun ke depan.
Indonesia kini dipandang sebagai pasar strategis bagi pengembangan olahraga rallycross di tingkat global.
Proses persiapan saat ini tengah berjalan intensif dengan melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta serta berbagai badan usaha milik daerah terkait.
Fokus utama persiapan mencakup peningkatan infrastruktur, integrasi transportasi publik, hingga strategi promosi kota.
Transformasi fisik sirkuit pun sudah dimulai sejak September 2026.
The Jakarta International E-Prix Circuit kini sedang dimodifikasi menjadi Ancol Rallycross Circuit untuk menyesuaikan standar teknis rallycross.
Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, menilai ajang ini sangat krusial bagi citra ibu kota.
Penyelenggaraan selama lima tahun ke depan diharapkan mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Hal ini juga bertepatan dengan momentum persiapan perayaan lima abad usia Kota Jakarta.
Rallycross sendiri dikenal sebagai disiplin balap yang memiliki intensitas sangat tinggi.
Lintasannya biasanya terdiri dari 60 persen permukaan aspal dan 40 persen tanah atau gravel.
Kombinasi tersebut memaksa para pembalap untuk melakukan adaptasi cepat saat bermanuver dalam jarak dekat.
Kehadiran ajang ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta.