Kata Mutiara Desak Rita Usai Raih Emas Panjat Tebing Asian Games

Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia dari cabang panjat tebing nomor speed putri.

AICHI-NAGOYA – Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil menyumbangkan medali emas bagi kontingen Merah Putih dalam ajang Asian Games 2026.

Prestasi tersebut diraih Desak pada Rabu (30/9) setelah tampil dominan di nomor speed putri.

Keberhasilan Desak sekaligus menggenapi koleksi medali emas Indonesia di ajang empat tahunan ini menjadi empat keping.

Sebelumnya, tiga medali emas Indonesia disumbangkan oleh cabang olahraga bulu tangkis sebanyak dua medali dan satu medali dari angkat besi.

Dalam partai final yang berlangsung sengit, Desak mencatatkan waktu 6,062 detik.

Ia berhasil mengungguli atlet asal China, Li Juan Deng, yang finis dengan catatan waktu 6,064 detik.

Hasil tersebut sekaligus menorehkan rekor baru dalam catatan waktu di ajang Asian Games.

Desak mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi batu loncatan yang sangat berharga bagi karier atletiknya.

Ia mengaku ingin terus mempertajam catatan waktunya di masa depan.

“Kayak bikin semangat lagi. Ini sebagai batu loncatan lah, catatan waktu 0,06. Semoga bisa 05,” ujar Desak.

Menurutnya, torehan waktu tersebut bukanlah sebuah titik akhir dari perjuangannya.

Ia kini mulai menatap target jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

“Dan bantu catatan untuk ke Olimpiade Los Angeles 2028,” tambahnya.

Medali emas di Aichi-Nagoya ini merupakan emas kedua bagi Desak di ajang Asian Games.

Sebelumnya, ia juga pernah meraih podium tertinggi pada Asian Games Hangzhou 2022.

Desak menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini memiliki tantangan teknis yang berbeda dibandingkan edisi sebelumnya.

Penggunaan sistem empat jalur menjadi variabel baru yang memerlukan konsentrasi ekstra bagi para atlet.

“Sebetulnya sama sih. Dari venue bagus, cuma perbedaannya ini karena empat lane. Jadi fokusnya lebih lagi daripada dua lane,” jelas Desak.

Sistem empat jalur menuntut atlet untuk menjalani rangkaian start yang lebih panjang.

Hal ini berbeda dengan sistem dua jalur yang biasanya hanya memerlukan empat kali start untuk mencapai babak kemenangan.

“Kalau sebenarnya di dua lane kan empat start sudah lawan menang,” ungkapnya.

Di balik kesuksesan tersebut, Desak memberikan apresiasi tinggi kepada pihak-pihak yang mendukungnya.

Ia menegaskan bahwa medali ini adalah hasil dari kerja keras kolektif dan dukungan berbagai pihak.

Desak secara khusus berterima kasih kepada kedua orang tuanya atas doa yang terus menyertai.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari rekan-rekan di pelatnas, tim pendukung, serta seluruh masyarakat Indonesia.

“Untuk diri sendiri sudah bekerja keras. Kemudian kedua orang tua yang selalu mendoakan,” kata Desak.

“Teman-teman juga, teman-teman pelatnas, tim, masyarakat Indonesia, terima kasih banyak doanya. Ini medali emas untuk Indonesia,” pungkasnya.

Rekomendasi