Kevin Diks Minta Posisi Baru, Herdman Langsung Turuti Permintaan Tersebut

Kevin Diks memimpin skuad Garuda meraih kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di SUGBK.

Jakarta – Tim nasional Indonesia memastikan diri melaju ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mencatatkan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh dalam laga penutup Grup A yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10).

Kemenangan besar ini membawa skuad Garuda melampaui fase grup dengan performa impresif di depan pendukung sendiri.

Kapten timnas Indonesia, Kevin Diks, menjadi sorotan utama dalam pertandingan tersebut berkat inisiatif taktisnya di menit-menit akhir laga.

Pemain yang merumput bersama Borussia Moenchengladbach tersebut meminta kepada pelatih John Herdman untuk diplot sebagai penyerang pada 30 menit terakhir pertandingan.

Langkah ini diambil Diks untuk menghemat energi sekaligus tetap memberikan kontribusi maksimal bagi tim di tengah kebutuhan akan tambahan gol.

Strategi tersebut terbukti efektif setelah Diks berhasil mencetak gol pada menit ke-90+6 yang mengunci kemenangan telak Indonesia.

“Iya, di 30 menit terakhir sangat berat bagi saya. Namun, saya mencoba untuk mendorong semua orang di sekitar saya. Saya tidak hanya berjuang untuk diri saya sendiri, saya berjuang untuk semua orang yang ada di sekitar,” ujar Diks saat ditemui di mixed zone SUGBK.

Diks menjelaskan bahwa dirinya sempat menawarkan opsi kepada pelatih apakah harus digantikan atau beralih posisi agar tim tidak bermain dengan sepuluh orang di lapangan.

“Saya berkata kepada pelatih, ‘Pelatih, apakah saya perlu digantikan atau menjadi seorang striker? Karena dengan begitu saya bisa tetap di lapangan dan menunggu bola sebentar serta tidak bermain dengan sepuluh orang’. Jadi, dia setuju dan saya tetap main sebagai seorang striker dan saya mencetak gol,” tambahnya.

Penampilan skuad Garuda dalam turnamen ini dinilai cukup tangguh, terutama setelah mereka mampu melewati berbagai momen sulit dalam jadwal yang padat.

Diks mengungkapkan rasa bangganya terhadap rekan setim yang mampu mempertahankan intensitas permainan meski harus melakoni tiga pertandingan dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

Ia pun menyoroti mentalitas tim yang sebelumnya juga teruji saat menahan gempuran Malaysia dengan sepuluh pemain akibat kartu merah yang diterima Thom Haye.

“Kami di babak pertama bermain sangat bagus. Tentu saja gol di mana kami kebobolan tidak menjadikan kami sempurna. Tapi, berjuang sekeras itu setelah tiga pertandingan dalam enam hari atau enam setengah hari itu sangat sulit. Tapi, saya bangga pada para pemain,” ungkap bek berusia 29 tahun itu.

Indonesia kini menatap laga final melawan Thailand yang telah dipastikan keluar sebagai juara Grup B.

Pertandingan puncak antara Indonesia dan Thailand dijadwalkan akan dihelat di SUGBK pada Senin (5/10) pukul 20.00 WIB.

Menanggapi calon lawan di final, Diks mengakui kualitas permainan Thailand yang dinilai memiliki gaya sepak bola yang bagus.

Meski demikian, ia memilih untuk menikmati keberhasilan timnya melangkah ke final sebelum kembali fokus mempersiapkan diri menghadapi Thailand.

“Saya sudah sering mendengar tentang mereka. Saya sudah melihat mereka bermain sebentar. Gaya sepak bola mereka bagus. Dan kita lihat saja nanti, tetapi pertama-tama, kita nikmati saja malam ini, lalu besok fokus pada pertandingan berikutnya, dan nanti kita lihat bagaimana,” pungkasnya.

Rekomendasi