Klasemen Asian Games 2026: Thailand Melaju Pesat Tinggalkan Indonesia

Kontingen Thailand mendominasi perolehan medali emas di Asian Games 2026 hingga hari ketujuh.

Nagoya – Dominasi kontingen Tailan dalam perhelatan Asian Games 2026 semakin tak terbendung memasuki hari ketujuh penyelenggaraan. Hingga Sabtu (26/9), Tailan telah mengoleksi tujuh medali emas dari berbagai cabang olahraga, sementara Indonesia baru mencatatkan satu medali emas.

Perolehan emas Tailan tersebut tersebar di sejumlah disiplin, dengan teqball menjadi penyumbang terbanyak yakni tiga medali emas. Sisanya disumbangkan oleh cabang atletik, berkuda, bela diri campuran (MMA), serta sepak takraw.

Selain emas, Tailan juga menunjukkan kedalaman kualitas atletnya dengan meraih sejumlah medali perak dan perunggu. Total 14 cabang olahraga telah mempersembahkan medali bagi negara tersebut, termasuk dari bulu tangkis, esports, kabaddi, karate, dayung, menembak, voli, polo air, hingga angkat besi.

Keunggulan ini menempatkan Tailan sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara, meninggalkan Indonesia dan negara kawasan lainnya. Tren positif ini bahkan sudah terlihat sejak Asian Games Tokyo 1958, di mana Tailan secara konsisten mampu menjaga posisi di papan atas klasemen umum dibandingkan negara tetangga.

Data menunjukkan bahwa dalam delapan edisi terakhir Asian Games, Tailan hampir selalu berada di peringkat yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Rata-rata, Tailan menempati peringkat ketujuh, sementara Indonesia berada di peringkat kesebelas.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen Tailan dalam mengirimkan jumlah atlet yang sangat besar. Pada Asian Games 2026 ini, mereka menerjunkan 694 atlet, jumlah yang jauh melampaui delegasi Indonesia yang hanya berjumlah 432 atlet.

Strategi ini bahkan sudah diterapkan sejak lama. Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, Tailan mengirimkan 934 atlet dan berhasil finis di peringkat kedelapan dengan raihan 12 medali emas. Sebagai perbandingan, Indonesia saat itu hanya berada di urutan ke-13 dengan tujuh medali emas.

Kesenjangan ini menjadi perhatian khusus mengingat Tailan bukan merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan data, PDB Tailan hanya mencapai sekitar 36 persen dari total PDB Indonesia.

Namun, ambisi Tailan dalam membangun gengsi nasional melalui olahraga terbukti sangat kuat dan terukur. Dukungan kelembagaan yang strategis serta sistem apresiasi yang masif menjadi motor penggerak utama.

Seorang warga Tailan, Arkaneh Urairat, menuturkan bahwa atmosfer dukungan di negaranya sangat luar biasa saat turnamen internasional berlangsung. Menurutnya, setiap peraih medali akan mendapatkan apresiasi finansial yang sangat besar dari pemerintah hingga sektor swasta.

“Siapa pun yang meraih medali akan mendadak jadi jutawan. Bonus mengalir deras dari berbagai penjuru, bahkan dari perusahaan-perusahaan ternama,” ungkap Arkaneh.

Dengan sisa waktu hingga penutupan pada 4 Oktober mendatang, Tailan terus berupaya memperlebar jarak dari para pesaingnya. Fokus mereka saat ini adalah mensejajarkan diri dengan kekuatan tradisional olahraga Asia lainnya seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.Klasemen Asian Games 2026: Thailand Melaju Pesat Tinggalkan Indonesia

Rekomendasi