

Malang – Arema FC menyatakan kesiapan penuh menghadapi laga pembuka BRI Super League 2026/27 dengan mewaspadai potensi kejutan dari tim promosi, Isenmulang Kalteng FC.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (5/9) ini menjadi ujian krusial bagi kedua kesebelasan di awal musim kompetisi.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa status sebagai tim pendatang baru tidak membuat Isenmulang Kalteng FC dapat diremehkan.
Santos menyoroti organisasi permainan lawan yang dinilai sangat disiplin, terutama saat menerapkan skema pertahanan rapat dan serangan balik cepat.
“Mereka tim yang dilatih dengan baik, tim yang mempertahankan pemainnya, punya salah satu pencetak gol terbanyak musim lalu dengan 26 gol,” ujar Marcos Santos.
Juru taktik asal Brasil itu secara khusus menyoroti kehadiran Makan Konate yang kini memperkuat lini tengah Isenmulang Kalteng FC.
Menurut Santos, Konate merupakan pemain dengan kemampuan teknis tinggi yang mampu menjadi motor serangan bagi lawan.
“Pemain yang pernah di sini di Arema FC seperti Konate adalah gelandang teknis, gelandang yang menendang bola dengan baik,” ungkapnya.
Santos telah membedah taktik lawan yang kerap menggunakan formasi 5-4-1 untuk mematikan ruang gerak pemain Arema FC.
Ia menilai pola transisi yang diterapkan Isenmulang Kalteng FC menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan tim tuan rumah.
“Ini adalah tim yang bertahan dengan sangat baik dalam formasi 5-4-1 dan mengeksploitasi transisi,” jelas Santos.
Bagi Arema FC, laga ini dipandang sebagai tolok ukur kesiapan skuad dalam mengarungi ketatnya kompetisi musim 2026/27.
Di sisi lain, Isenmulang Kalteng FC diprediksi akan bermain tanpa beban demi mencuri poin di laga debut mereka di kasta tertinggi.
Gelandang Arema FC, Ahmad Maulana, turut memberikan pandangannya terkait kekuatan lawan yang dihuni banyak pemain berpengalaman.
Ahmad mengakui bahwa beberapa pemain Isenmulang Kalteng FC sudah dikenal luas oleh para penggawa Singo Edan.
Namun, ia menegaskan bahwa timnya enggan terpaku pada individu tertentu dan tetap mengedepankan kolektivitas dalam bertahan maupun menyerang.
“Semua pemain wajib diwaspadai karena saya pribadi sendiri tidak pernah menganggap remeh lawan siapa pun itu,” tegas Ahmad.
Ia menambahkan bahwa fokus tim tidak boleh terpecah hanya kepada pemain seperti Makan Konate atau Adilson Silva saja.
“Jadi, ya untuk satu pemain misalkan yang harus sangat diwaspadai, tidak karena semua pemain sama, wajib diwaspadai semua dan berbahaya semua,” pungkasnya.
Pertandingan di Stadion Kanjuruhan ini diprediksi akan berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama mengincar poin maksimal untuk mengamankan posisi di papan klasemen awal.
Arema FC dipastikan akan menurunkan skuad terbaiknya untuk menjaga gengsi sebagai tuan rumah di hadapan pendukung sendiri.
Sementara itu, Isenmulang Kalteng FC berupaya membuktikan bahwa mereka layak bersaing dengan tim-tim papan atas lainnya di BRI Super League musim ini.