Marc Marquez Samai Rekor Valentino Rossi, Posisi Legenda Australia Terancam

Marc Marquez merayakan kemenangannya di MotoGP Aragon yang menyamai rekor kemenangan Valentino Rossi.

Aragon – Marc Marquez resmi mencatatkan tonggak sejarah baru dalam karier balapnya setelah mendominasi gelaran MotoGP Aragon pada Selasa, 1 September 2026.

Kemenangan impresif di sirkuit tersebut membuat pembalap Ducati Lenovo ini berhasil menyamai rekor kemenangan Valentino Rossi untuk kategori pembalap yang menang setelah melewati usia 30 tahun.

Tercatat, Marquez kini telah mengumpulkan 18 kemenangan Grand Prix sejak ia menginjak usia kepala tiga.

Pencapaian ini menempatkan pembalap berusia 33 tahun tersebut sejajar dengan legenda hidup asal Italia tersebut di peringkat kedua daftar kemenangan terbanyak pasca usia 30 tahun.

Meskipun telah menyamai catatan Rossi, Marquez masih memiliki ambisi besar untuk terus meningkatkan koleksi kemenangannya di lintasan balap.

Saat ini, rekor kemenangan terbanyak setelah usia 30 tahun masih dipegang oleh legenda balap asal Australia, Mick Doohan.

Mantan pembalap Honda tersebut hingga kini masih memimpin daftar dengan total 33 kemenangan Grand Prix yang diraihnya setelah melewati usia 30 tahun.

Dengan performa yang tetap kompetitif di musim 2026, Marquez dinilai memiliki peluang besar untuk memangkas jarak rekor tersebut dalam beberapa musim ke depan.

Kemenangan di Aragon bukan hanya memberikan catatan statistik bersejarah bagi Marquez, namun juga berdampak signifikan pada persaingan gelar juara dunia musim ini.

Tambahan 25 poin dari balapan tersebut membuat total koleksi angka Marquez kini mencapai 237 poin.

Hasil tersebut membuat posisi Marquez di papan klasemen sementara semakin menguntungkan dan memanaskan persaingan di papan atas.

Saat ini, Marquez menempati posisi kedua dalam klasemen sementara MotoGP 2026.

Ia hanya terpaut 18 poin dari Jorge Martin yang masih kokoh memimpin di posisi puncak klasemen.

Performa konsisten yang ditunjukkan Marquez sepanjang musim ini menjadi ancaman nyata bagi para pesaingnya.

Rival-rival Marquez di lintasan bahkan mengakui betapa sulitnya menaklukkan sang pembalap meski dalam situasi balapan yang ketat.

Marco Bezzecchi sempat menyoroti dominasi Marquez dan menjelaskan alasan mengapa sangat sulit untuk menjatuhkan pembalap Spanyol tersebut dari posisi terdepan.

Kecepatan dan ketenangan Marquez dalam mengambil keputusan di atas motor menjadi faktor utama yang membuatnya sulit dikejar.

Walaupun sempat melakukan kesalahan kecil selama jalannya balapan di Aragon, Marquez mampu bangkit dan mempertahankan posisinya hingga garis finis.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa Marquez masih menjadi salah satu kandidat terkuat untuk meraih gelar juara dunia musim 2026.

Jika mampu mempertahankan ritme balap yang apik, bukan tidak mungkin posisi di klasemen akan kembali berubah dalam seri-seri mendatang.

Selain perburuan gelar juara dunia, pengejaran rekor para legenda MotoGP juga menjadi motivasi tersendiri bagi Marquez.

Setiap kemenangan yang diraihnya kini tidak hanya bernilai poin, tetapi juga mempertegas statusnya sebagai salah satu pembalap terbaik dalam sejarah olahraga otomotif dunia.

Rekomendasi