

Istanbul – Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan pembekuan terhadap sejumlah indeks saham Turki, Sabtu (17/10).
Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran mendalam mengenai integritas pasar saham di negara tersebut.
Penyedia indeks global ini memberikan ultimatum bahwa status pasar saham Turki terancam diturunkan dari Emerging Market menjadi Frontier Market atau Standalone Market.
Penurunan status ini akan dipertimbangkan jika otoritas bursa Turki tidak menunjukkan perbaikan signifikan hingga Juni 2027.
MSCI menyoroti adanya dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang melibatkan dana terafiliasi pada perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil.
Praktik tersebut dinilai mengganggu akurasi estimasi saham yang tersedia untuk publik atau free float.
Selain itu, MSCI mengkhawatirkan dampak negatif dari praktik ini terhadap integritas pasar secara keseluruhan.
Laporan MSCI menyebutkan bahwa langkah ini diambil setelah munculnya keresahan di kalangan investor institusi global.
Pihak MSCI mendesak bursa Turki untuk segera meningkatkan standar keterbukaan informasi, termasuk mengenai pemilik manfaat akhir atau beneficial ownership.
Selain itu, diperlukan pengawasan dan penegakan aturan yang lebih ketat terhadap praktik perdagangan yang mencurigakan.
Transparansi dalam menentukan jumlah saham yang tersedia bagi publik juga menjadi poin krusial yang harus dibenahi.
Selama masa pembekuan berlangsung, MSCI menegaskan tidak akan menaikkan faktor yang menentukan porsi saham bagi investor asing atau Foreign Inclusion Factor.
Pihaknya juga menangguhkan penambahan jumlah saham atau Number of Shares dalam perhitungan indeks terkait.
Tidak akan ada saham baru yang dimasukkan ke dalam MSCI Turkey Investable Market Index selama periode pembekuan ini.
Klasifikasi saham ke kelompok indeks dengan kapitalisasi pasar yang lebih besar juga ditiadakan sementara.
Otoritas pasar modal Turki sebenarnya telah berupaya melakukan reformasi regulasi untuk meningkatkan transparansi.
Salah satu langkah yang diambil adalah penyesuaian perhitungan free float agar kepemilikan oleh reksa dana tertentu tidak disalahartikan sebagai saham publik.
Namun, MSCI menilai langkah tersebut masih berada pada tahap awal dan belum cukup memuaskan bagi investor global.
Investor institusi membutuhkan bukti nyata berupa penegakan aturan yang konsisten dan transparan.
Mereka menuntut kemampuan untuk memverifikasi jumlah saham yang benar-benar tersedia secara independen.
MSCI menyatakan akan terus memantau efektivitas perubahan aturan dan langkah penegakan hukum yang diterapkan oleh pihak berwenang di Turki.
Apabila hingga Juni 2027 kemajuan yang diharapkan tidak tercapai, MSCI akan membuka konsultasi resmi mengenai perubahan klasifikasi pasar.
Langkah ini mencerminkan sikap tegas penyedia indeks global dalam menjaga standar kualitas dan kepercayaan bagi para investor di pasar modal internasional.