

Bandung – Persib Bandung menghadapi tantangan berat dalam laga perdana Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2026/2027.
Maung Bandung dijadwalkan menantang tuan rumah FC Seoul di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan.
Mantan gelandang Persib asal Korea Selatan, Oh In-kyun, memberikan peringatan keras kepada skuad asuhan Bojan Hodak terkait gaya permainan lawan.
In-kyun menekankan agar Persib tidak bermain terbuka sejak menit awal pertandingan.
Strategi tersebut dinilai sangat berisiko mengingat FC Seoul saat ini merupakan pemuncak klasemen sementara K League 1.
Menurut pengamatannya, tim tuan rumah memiliki keunggulan fisik yang signifikan dan mampu mempertahankan tempo permainan dengan sangat cepat.
In-kyun secara spesifik menyoroti kualitas individu para pemain FC Seoul yang hampir seluruhnya memiliki pengalaman membela tim nasional Korea Selatan.
“Seoul kalau kamu tahu, mereka sekarang nomor satu di Korea, di liga ini. Mereka punya pemain asing dan lokal bagus, hampir semua pernah bermain di Timnas,” ujar In-kyun, Kamis (17/9/2026).
Ia menambahkan bahwa ancaman nyata FC Seoul terletak pada sektor sayap yang aktif mengeksploitasi area half-space.
Selain itu, keberadaan striker dengan postur tinggi dan tajam menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Persib.
In-kyun menyarankan agar Persib memprioritaskan kekokohan lini belakang sebagai langkah awal sebelum memikirkan skema serangan balik.
Bermain terlalu agresif sejak awal, menurutnya, hanya akan menguras stamina pemain Persib secara cepat.
“Saya pikir Persib harus punya pertahanan yang bagus dulu, baru tampil menyerang. Karena kalau dari babak pertama bermain terbuka, stamina bisa habis,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa dalam laga tandang, mencegah lawan mencetak gol lebih dulu adalah kunci utama untuk menjaga asa meraih poin.
Secara teknis, In-kyun memberikan gambaran mengenai pola serangan klub-klub Korea Selatan yang sering mengandalkan umpan silang akurat.
Jika Persib mampu memitigasi serangan dari sisi sayap dan menutup ruang di area half-space, peluang untuk mencuri poin tetap terbuka lebar.
Meskipun mengaku tidak memantau kekuatan Persib secara mendalam saat ini, In-kyun tetap menaruh rasa hormat pada kualitas skuad Maung Bandung.
Ia menilai status juara liga selama tiga musim berturut-turut menjadi bukti nyata daya saing Persib di kancah Asia.
Kehadiran pemain naturalisasi dan pemain yang berlabel tim nasional menjadi modal berharga bagi Persib untuk mengimbangi permainan lawan.
In-kyun berharap Persib dapat melakukan persiapan taktis yang matang demi menghadapi intensitas tinggi sepak bola Korea Selatan.
Kekuatan kolektif dan kedisiplinan posisi akan menjadi kunci bagi Persib untuk meredam dominasi FC Seoul di depan pendukungnya sendiri.
Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas pemain Persib dalam menapaki kompetisi level kedua Asia.
Kesiapan fisik dan mental menjadi syarat mutlak bagi Persib untuk menghadapi tim yang saat ini sedang dalam performa puncak di kompetisi domestik mereka.