Penantian 28 Tahun Berakhir, Indonesia Rebut Emas Beregu Putra Asian Games

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas Asian Games setelah menaklukkan Cina di babak final.

Aichi-Nagoya – Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun untuk kembali meraih medali emas di ajang Asian Games. Kepastian gelar juara tersebut diperoleh setelah skuad Merah Putih menaklukkan Cina dalam laga final yang berlangsung dramatis di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, pada Kamis (24/9/2026).

Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi bulu tangkis Indonesia. Terakhir kali Indonesia menjuarai nomor beregu putra adalah pada Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand. Sebelumnya, Indonesia telah mengoleksi lima medali emas di nomor ini, yakni pada edisi 1962, 1970, 1978, 1994, dan 1998.

Perjalanan Indonesia menuju podium tertinggi di Aichi-Nagoya 2026 tidak dilalui dengan mudah. PP PBSI sejak awal menetapkan nomor beregu putra sebagai target utama, namun ujian berat sudah menghadang sejak babak perempat final pada Selasa (22/9/2026). Saat itu, Indonesia harus berjuang hingga partai kelima untuk menyingkirkan Malaysia dengan skor akhir 3-2.

Tren positif berlanjut di babak semifinal pada Rabu (23/9/2026), di mana Indonesia sukses mengalahkan Thailand dengan skor 3-1. Keberhasilan ini membawa Indonesia melaju ke babak puncak untuk menghadapi Cina yang dikenal sebagai kekuatan dominan di bulu tangkis dunia.

Pada partai final, Indonesia sempat berada di bawah tekanan besar setelah tertinggal 0-2. Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Shi Yuqi dengan skor 13-21, 18-21. Kondisi semakin sulit setelah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari pasangan Liang Weikeng/Wang Chang dengan skor 20-22, 21-19, 14-21.

Titik balik bagi Indonesia dimulai melalui perjuangan Alwi Farhan di partai ketiga. Menghadapi Li Shifeng, Alwi menunjukkan ketangguhan mental dengan memenangkan laga melalui pertarungan tiga gim, 23-21, 15-21, 21-16. Kemenangan ini memperkecil kedudukan menjadi 1-2 dan membangkitkan motivasi rekan-rekannya.

Momentum kebangkitan berlanjut pada partai keempat. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil menumbangkan He Jiting/Liu Yi. Meskipun sempat tertinggal 17-20 pada gim pertama, Leo/Daniel mampu mencetak lima poin beruntun untuk memenangkan gim pembuka 23-21, sebelum akhirnya menutup gim kedua dengan skor dominan 21-10.

Kedudukan imbang 2-2 memaksa pertandingan ditentukan melalui partai kelima. Moh Zaki Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubed, memikul tanggung jawab besar sebagai penentu kemenangan. Menghadapi Weng Hongyang, Ubed menunjukkan ketenangan luar biasa meski sempat tertinggal jauh pada gim pertama.

Ubed berhasil mengejar ketertinggalan dari 16-20 menjadi 20-20, sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan skor 23-21. Pada gim kedua, Ubed tampil lebih percaya diri dan mengunci kemenangan 21-13. Keberhasilan tunggal putra muda ini memastikan Indonesia meraih medali emas yang telah dinantikan selama hampir tiga dekade.

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan kembali dominasi Indonesia di kancah bulu tangkis beregu putra Asia. Keberhasilan ini menjadi bukti keberhasilan regenerasi atlet yang dilakukan oleh PP PBSI dalam mempersiapkan skuad muda untuk menghadapi ajang multievent bergengsi.

Rekomendasi