Pengakuan Ole Romeny Usai Bantai Bangladesh: Pertandingan Paling Gila!

Ole Romeny menyebut kemenangan telak Timnas Indonesia atas Bangladesh sebagai pertandingan paling emosional dalam kariernya.

Jakarta – Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, menyebut pertandingan kontra Bangladesh pada Kamis (1/10) malam sebagai laga paling emosional dan intens dalam sepanjang karier profesionalnya.

Skuad Garuda berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 9-2 dalam laga yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Hasil impresif tersebut memastikan langkah Timnas Indonesia menuju babak final untuk menantang Thailand pada Senin (5/10) mendatang.

Mitchell Baker tampil sebagai bintang utama dalam pesta gol tersebut setelah berhasil mencatatkan lima gol ke gawang Bangladesh.

Baker mencetak gol secara beruntun pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan menutupnya dengan gol pada masa tambahan waktu menit ke-90+7.

Empat gol tambahan Indonesia lainnya disumbangkan oleh Rizky Ridho pada menit ke-32 dan Justin Hubner pada menit ke-45+1.

Pemain lainnya, Luke Vickery, turut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90, diikuti oleh Kevin Diks pada menit ke-90+6.

Sementara itu, dua gol balasan Bangladesh dicetak oleh Shahriar Emon pada menit ke-36 dan Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1.

Meskipun tidak mencetak gol secara langsung, Ole Romeny memberikan kontribusi krusial dengan menyumbangkan empat assist sepanjang laga.

Romeny mengungkapkan kekagumannya terhadap atmosfer pertandingan dan ambisi besar yang ditunjukkan oleh rekan setimnya di lapangan.

Menurut pemain Fortuna Sittard tersebut, semangat pantang menyerah dari bangku cadangan menjadi salah satu kunci intensitas permainan Indonesia.

“Ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan. Luar biasa rasanya,” ujar Romeny mengenai jalannya laga.

Ia mengaku sempat terpukau melihat antusiasme staf pelatih dan pemain cadangan yang terus meneriakkan instruksi untuk menambah keunggulan.

“Setiap kali kami mencetak gol, saya melihat ke arah bangku cadangan dan mereka terus berteriak, satu lagi, satu lagi,” kata Romeny menambahkan.

Pertandingan tersebut juga diwarnai oleh tensi tinggi yang memicu berbagai momen emosional di atas lapangan hijau.

Romeny sempat mengalami insiden panas ketika pemain lawan melakukan pelanggaran fisik terhadap dirinya setelah Bangladesh mencetak gol.

“Bahkan setelah lawan mencetak gol dan pemain itu menendang saya, saya sempat sangat marah sekali,” jelasnya.

Bagi Romeny, dinamika yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa pertandingan tersebut menyajikan intensitas yang lengkap.

Pemain yang sempat berkarier di Oxford United ini mengaku bersyukur atas keberhasilan Indonesia melaju ke partai puncak.

Namun, ia menegaskan bahwa fokus tim harus segera dialihkan untuk menghadapi laga final melawan Thailand.

Ia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terbuai dengan kemenangan besar ini dan tetap menjaga konsentrasi hingga laga terakhir.

“Sangat luar biasa dan saya begitu bahagia kami bisa melaju ke babak final,” ungkap Romeny.

Tugas besar kini menanti para penggawa Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam perebutan gelar juara mendatang.

“Namun, tugas kami belum selesai. Sekarang kami harus benar-benar bangkit dan menuntaskannya,” tegas Romeny.

Rekomendasi