Persib vs Manila Digger Pindah ke Si Jalak Harupat, Klok Bersuara

Persib Bandung akan menjamu Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat pada laga play-off AFC Champions League Two.

Bandung – Persib Bandung dipastikan harus berpindah kandang untuk melakoni laga krusial play-off AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2026/27 melawan klub asal Filipina, Manila Digger.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi telah menetapkan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, sebagai lokasi pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026 mendatang.

Keputusan ini mengubah rencana awal yang sebelumnya menetapkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai venue utama pertandingan penentuan tiket menuju fase grup tersebut.

Perubahan lokasi ini dikonfirmasi langsung oleh pihak klub menyusul rilis jadwal terbaru yang dikeluarkan oleh otoritas sepak bola tertinggi di Asia itu.

Kapten Persib Bandung, Marc Klok, mengaku baru mengetahui perubahan lokasi pertandingan tersebut pada Sabtu (22/8).

Ia secara terbuka menyatakan rasa kecewanya karena timnya harus bermain di luar markas utama mereka di GBLA.

Meski demikian, gelandang andalan tim berjuluk Maung Bandung itu menegaskan bahwa ia dan rekan setimnya akan tetap bersikap profesional.

“Ya, baru dengar. Sedikit sedih kenapa tidak bermain di GBLA, karena ini adalah stadion kita, bukan Si Jalak Harupat,” ujar Klok di Bandung.

“Tapi kalau itu solusinya, kita terima, kita main, tidak mengeluh, dan gas,” tambahnya.

Selain perpindahan venue, laga penting ini juga akan diselenggarakan tanpa kehadiran penonton di dalam stadion.

Situasi tersebut merupakan konsekuensi dari sanksi yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin AFC kepada Persib Bandung.

Hukuman tersebut diberikan akibat insiden kericuhan yang melibatkan suporter pada pertandingan kandang AFC sebelumnya saat menghadapi Ratchaburi FC.

Klok menekankan bahwa seluruh elemen tim harus menerima sanksi tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perilaku di masa lalu.

“Kalau kita punya aturan baru musim ini dengan suporter yang bisa datang, kita harus belajar dari yang lalu,” jelas pemain bernomor punggung 23 tersebut.

Menurut Klok, bermain tanpa dukungan langsung dari Bobotoh merupakan kerugian besar bagi tim yang sedang berjuang di kancah internasional.

Ia berharap insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan agar atmosfer pertandingan tetap kondusif dan mendukung performa tim.

Klok secara khusus mengimbau kepada seluruh pendukung untuk menunjukkan kedewasaan dalam bersikap, baik saat tim meraih kemenangan maupun ketika mengalami kekalahan.

“Ini ada konsekuensinya. Jadi, buat kami tidak baik, buat suporter juga tidak baik,” tegasnya.

Ia optimistis bahwa dengan kedewasaan suporter, Persib Bandung dapat kembali merasakan dukungan penuh di stadion pada laga-laga selanjutnya.

“Semoga ke depan musim ini kita baik terus, mendukung terus, dan stadion penuh,” tutup Klok.

Rekomendasi