Pieter Huistra Putar Otak Benahi Lini Tengah PSS Sleman

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, fokus membenahi lini tengah tim selama jeda kompetisi.

Sleman – Jeda kompetisi BRI Super League 2026/2027 selama tiga pekan dimanfaatkan pelatih kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, untuk melakukan perombakan struktur permainan secara menyeluruh.

Langkah ini diambil menyusul hasil kurang memuaskan yang diraih tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut dalam tiga pertandingan pembuka musim ini.

Fokus utama evaluasi tim pelatih saat ini tertuju pada pembenahan lini tengah yang dinilai belum menemukan formula paling stabil.

Selama beberapa laga terakhir, Pieter Huistra terpaksa menempatkan pemain dengan karakter bertahan seperti Christophe atau Cleberson untuk mengisi sektor gelandang.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah taktis untuk memberikan perlindungan ekstra dan menjaga keseimbangan tim saat menghadapi tekanan lawan.

Namun, pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa strategi tersebut hanyalah solusi sementara dan bukan merupakan skema jangka panjang yang diinginkan.

“Saat ini kami menempatkan Christophe atau Cleberson di lini tengah membantu tim mendapatkan keseimbangan dalam bertahan,” ujar Pieter Huistra, Senin (28/9).

Ia menambahkan bahwa ketika stabilitas tim secara keseluruhan sudah terbentuk, tim pelatih akan kembali pada pakem awal dengan menempatkan gelandang murni.

“Namun, ketika tim sudah lebih stabil, kemungkinan tidak lagi membutuhkan tambahan pemain bertahan di posisi tersebut,” tegasnya.

Pieter kini tengah mematangkan berbagai kombinasi gelandang natural dalam sesi latihan intensif selama jeda FIFA Match Day.

Beberapa opsi yang sedang diuji coba mencakup duet Dion bersama Moussa, Dion dengan Diyar, atau Moussa berpasangan dengan Diyar.

Selain itu, nama Arda juga masuk dalam daftar kandidat yang dipersiapkan untuk mengisi peran sentral di lini tengah PSS Sleman.

“Pada akhirnya, kami ingin memainkan para gelandang murni di lini tengah. Komposisinya bisa Dion bersama Moussa, Dion bersama Diyar, Moussa bersama Diyar, atau Arda. Mereka memiliki karakter sebagai gelandang dan itu yang menjadi tujuan kami,” jelas Pieter.

Opsi taktis pelatih dipastikan semakin luas dengan kabar positif mengenai kondisi kebugaran pemain.

Gelandang Fred dikabarkan segera pulih dari cedera, yang akan memberikan kedalaman skuad lebih baik bagi PSS Sleman.

Kehadiran Fred diharapkan mampu mendongkrak performa tim saat BRI Super League kembali bergulir setelah jeda internasional berakhir.

Pembenahan organisasi permainan di sektor tengah menjadi krusial bagi Super Elja untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.

PSS Sleman saat ini tengah berupaya keras untuk memutus tren negatif setelah gagal meraih satu pun poin dalam tiga laga awal.

Ujian sesungguhnya bagi racikan baru Pieter Huistra akan tersaji saat PSS Sleman berhadapan dengan PSM Makassar pada 11 Oktober 2026.

Pertandingan tersebut menjadi momentum penentu bagi tim untuk membuktikan efektivitas perubahan struktur permainan yang tengah dibangun.

Rekomendasi