PSIM Siapkan Senjata Rahasia, Van Gastel Rombak Komposisi Pemain Kontra Persija

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, memimpin sesi gim internal untuk mematangkan strategi jelang laga kontra Persija.

Yogyakarta – PSIM Yogyakarta meningkatkan intensitas persiapan menjelang laga pekan keempat Super League 2026-2027 melawan Persija Jakarta yang akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (10/10) mendatang.

Tim berjuluk Laskar Mataram tersebut menggelar sesi gim internal berdurasi penuh selama 90 menit di Lapangan Yogyakarta Independent School pada Sabtu (3/10) lalu.

Pelatih kepala PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, membagi skuadnya ke dalam dua tim untuk mensimulasikan situasi pertandingan resmi.

Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengukur kesiapan fisik serta mematangkan taktik sebelum menghadapi tim tamu yang sedang dalam performa terbaik.

Persija Jakarta saat ini menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan.

Sebaliknya, PSIM Yogyakarta masih berupaya bangkit setelah tertahan di peringkat ke-14 dengan koleksi satu poin dari tiga laga awal.

Van Gastel menekankan bahwa durasi permainan penuh dalam gim internal sangat krusial bagi seluruh pemain.

“Bagi saya, sangat penting melihat semua pemain bermain selama 90 menit penuh,” ujar Jean Paul van Gastel.

Program latihan ini dirancang khusus untuk menyiasati jeda kompetisi yang cukup panjang selama tiga minggu terakhir.

Tim pelatih harus cermat menyusun ritme latihan agar kondisi fisik pemain tetap terjaga meski sempat mengalami masa libur selama satu pekan.

Fokus utama dari sesi gim internal tersebut adalah mengembalikan sentuhan bola dan sinkronisasi permainan antarlini.

“Terutama karena ada jeda tiga minggu, kami memiliki waktu libur satu minggu, dan minggu ini kembali berlatih. Sangat penting untuk mengembalikan ritme permainan,” kata Van Gastel.

Dalam sesi tersebut, Van Gastel membagi pemain ke dalam dua kelompok yang seimbang untuk menguji determinasi setiap individu.

Kesempatan ini sekaligus menjadi panggung bagi pemain yang selama ini jarang mendapatkan menit bermain di laga resmi.

“Bagi pemain yang jarang tampil, kesempatan berlaga 90 menit ini sangat penting. Saya mengapresiasi kerja keras fisik dan kemauan mereka berjuang demi tim,” ucapnya menambahkan.

Performa yang ditunjukkan pemain selama gim internal akan menjadi acuan utama tim pelatih dalam menentukan susunan pemain inti atau starting XI melawan Persija.

Van Gastel menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada perkembangan kondisi dan performa pemain sepanjang pekan ini.

Ia menuntut dedikasi tinggi dari seluruh anggota tim untuk menghadapi laga krusial tersebut.

“Semua bergantung pada perkembangan minggu ini. Namun, bagi saya, kunci ke depan adalah kemauan murni, kemauan untuk berkorban dan berjuang keras demi tim,” tutupnya.

Rekomendasi