

Jakarta – Legenda Manchester United Rio Ferdinand melayangkan kritik tajam terhadap penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) menyusul hasil kontroversial dalam Derby Manchester di Old Trafford, Selasa (15/9/2026).
Keputusan pengesahan gol tunggal Erling Haaland yang membawa Manchester City menang 1-0 atas United memicu perdebatan sengit terkait interpretasi aturan offside.
Gol kemenangan City tercipta melalui umpan Josko Gvardiol yang diselesaikan dengan sempurna oleh Haaland.
Hakim garis sempat mengangkat bendera pertanda offside, namun pemeriksaan VAR menganulir keputusan tersebut karena menilai posisi Haaland tetap legal akibat keberadaan kaki Patrick Dorgu.
Masalah utama yang disoroti Ferdinand adalah keterlibatan Enzo Fernandez dalam proses serangan tersebut.
Fernandez berada dalam posisi offside dan sempat melakukan upaya sundulan sebelum akhirnya terjatuh, namun perangkat pertandingan memutuskan tindakan tersebut tidak mengganggu jalannya permainan.
Ferdinand secara terbuka mengecam keputusan tersebut melalui media sosial dan menyebutnya sebagai sesuatu yang konyol.
Ia menyoroti dilema yang dihadapi pemain bertahan, termasuk Lisandro Martinez, dalam situasi krusial tersebut.
“Martinez harus menjaga pemain yang paling dekat dengan gawang, terlepas dari apakah dia yakin pemain itu offside atau tidak,” tulis Ferdinand melalui akun X pribadinya.
Menurut mantan kapten Manchester United tersebut, pemain bertahan dituntut mengambil keputusan dalam sepersekian detik dan tidak seharusnya dibebani asumsi mengenai posisi offside lawan.
“Keputusan harus diambil dalam sepersekian detik. Dia malah menjaga Fernandez—yang kemudian mencoba memainkan bola. VAR benar-benar konyol!” tegas Ferdinand.
Kritik serupa datang dari pelatih Manchester United, Michael Carrick, yang mengaku heran dengan penjelasan resmi wasit.
Carrick menilai narasi bahwa Fernandez tidak mengganggu permainan sangat sulit diterima, terutama setelah melihat tayangan ulang kejadian tersebut.
“Keputusan yang mencengangkan. Saya tidak bisa memahaminya; setelah melihat kejadiannya, penjelasannya justru membuat situasi terasa lebih buruk,” ujar Carrick.
Ia menekankan bahwa inkonsistensi interpretasi aturan ini memiliki dampak signifikan, terutama dalam pertandingan besar seperti Derby Manchester.
Di sisi lain, Ferdinand mengakui bahwa Manchester United tampil mengecewakan karena gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain.
Manchester City harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-22 setelah Phil Foden menerima kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Bruno Fernandes.
Meski unggul jumlah pemain selama lebih dari satu jam, United tidak mampu memecah kebuntuan hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan ini memastikan Manchester City mempertahankan rekor sempurna di awal musim Liga Primer Inggris 2026/2027.
Bagi United, hasil ini menjadi pukulan telak karena mereka membuang peluang emas untuk meraih poin penuh saat melawan sepuluh pemain City.
Perdebatan mengenai efektivitas dan transparansi VAR kembali mencuat pasca-pertandingan ini, dengan banyak pihak mendesak adanya evaluasi terhadap standar interpretasi wasit dalam situasi offside yang melibatkan pemain pasif.