

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi puncak sebagai menteri dengan kinerja terbaik dalam survei nasional yang dirilis oleh Parameter Politik Indonesia (PPI) pada Senin, 19 Oktober 2026.
Penilaian ini merupakan bagian dari evaluasi publik terhadap dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam survei tersebut, Amran Sulaiman berhasil meraih persentase tertinggi sebesar 15,4 persen.
Posisi kedua ditempati oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan perolehan suara sebesar 14,5 persen.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berada di urutan ketiga dengan capaian 6 persen.
Daftar tersebut berlanjut dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang memperoleh 4,5 persen.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi Bahlil Lahadalia mencatatkan angka 3,2 persen.
Selanjutnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meraih 2,1 persen.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memperoleh 1,5 persen.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendapatkan 1,1 persen.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumpulkan 0,9 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menutup daftar dengan capaian 0,8 persen.
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menjelaskan bahwa penilaian positif terhadap Amran Sulaiman didorong oleh persepsi publik atas keberhasilannya mengelola isu pangan nasional.
Kebijakan mengenai ketersediaan pupuk yang murah dan melimpah menjadi faktor kunci yang menonjol di mata responden.
“Kalau Pak Amran itu dinilai sukses terkait dengan swasembada pangan, kemudian pupuk murah dan berlimpah, kinerjanya terlihat, tidak pencitraan, kebijakannya bagus,” ungkap Adi.
Sementara itu, apresiasi publik terhadap Teddy Indra Wijaya didasarkan pada gaya kepemimpinannya yang dinilai efisien.
Responden menganggap Teddy sebagai sosok yang tidak banyak bicara namun menunjukkan hasil kerja nyata di lapangan.
“Kalau Pak Seskab Teddy Indra Wijaya dalam persepsi publik itu sedikit bicara dan kemudian banyak bekerja, tampan dan gagah, mampu mengkomunikasikan program pemerintah, kerjanya terlihat, sering muncul di media, rajin dan profesional, bicaranya mudah dimengerti, dan yang paling terakhir itu dinilai dekat dengan rakyat kecil,” papar Adi.
Di sisi lain, Erick Thohir mendapatkan penilaian positif terutama karena keberhasilannya dalam memajukan sektor olahraga nasional.
Prestasi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di bawah kepemimpinannya memberikan dampak signifikan terhadap citra publik sang menteri.
“Dianggap Timnas makin bagus, kemudian masuk final ASEAN Cup, kerjanya terlihat, menyingkirkan Malaysia,” tambah Adi.
Adi juga mencatat bahwa publik mengaitkan Erick dengan sosok yang cerdas dan memiliki kebijakan yang berdampak langsung bagi kemajuan olahraga tanah air.
Survei nasional ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka pada rentang waktu 26 September hingga 6 Oktober 2026.
Metode yang digunakan dalam survei ini adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Adapun margin of error dari survei tersebut berada di angka 2,83 persen.