Tuchel Sebut Inggris Kesulitan Cari Penerus Harry Kane

Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui sulitnya mencari penerus Harry Kane di lini serang The Three Lions.

Jakarta – Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, secara terbuka mengungkapkan tantangan besar yang membayangi masa depan lini serang The Three Lions terkait sosok pengganti Harry Kane.

Tuchel menegaskan bahwa mencari suksesor dengan kualitas serupa kapten timnas Inggris tersebut merupakan tugas yang hampir mustahil dilakukan dalam waktu dekat.

Pernyataan ini disampaikan Tuchel pada Kamis (1/10) menyusul performa impresif Kane yang terus menorehkan rekor baru di panggung internasional.

“Anda tidak akan mendapatkan Harry Kane yang lain,” ujar Tuchel sebagaimana dikutip dari Fotmob.

Menurut pelatih asal Jerman tersebut, Kane merupakan paket lengkap yang menggabungkan kemampuan penyelesaian akhir mematikan dengan etos kerja yang luar biasa.

“Dia adalah pemain pertama yang mendorong semua orang dan itu merupakan pola pikirnya. Dia telah menjadi penyerang yang sangat, sangat pekerja keras,” tambah Tuchel.

Pengakuan Tuchel muncul setelah Kane menambah pundi-pundi golnya menjadi 87 saat Inggris menghadapi Republik Ceko pada Rabu (30/9).

Torehan tersebut semakin mengukuhkan posisi Kane sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Inggris.

Selain dominasi dalam urusan mencetak gol, Kane kini berada di ambang rekor penampilan terbanyak bagi negaranya.

Ia hanya membutuhkan dua pertandingan tambahan untuk menyamai catatan 125 penampilan milik legenda kiper Peter Shilton.

Konsistensi Kane di level tertinggi tetap terjaga, dibuktikan dengan koleksi 73 gol pada musim lalu yang membuatnya masuk dalam bursa kandidat peraih Ballon d’Or.

Meski menyadari bahwa masa bakti Kane di tim nasional tidak akan berlangsung selamanya, Tuchel mengakui belum ada figur yang mampu mengisi kekosongan peran tersebut.

Saat ini, tim pelatih Inggris mulai mencoba berbagai eksperimen taktis sebagai langkah antisipasi jangka panjang.

“Kami mencari opsi dan solusi yang berbeda. Kami mengakhiri pertandingan dengan Jude Bellingham sebagai pemain nomor sembilan,” jelas Tuchel mengenai skema alternatif yang digunakan.

Namun, Tuchel menekankan bahwa setiap pemain yang nantinya mengisi posisi tersebut tidak akan pernah menjadi replika dari kapten saat ini.

“Akan ada pemain lain, tetapi dia tidak akan menjadi Harry atau salinan Harry,” tegasnya.

Tuchel sendiri tampaknya tidak merasa perlu terburu-buru dalam melakukan transisi di sektor penyerang utama Inggris.

Ia mengisyaratkan bahwa dengan performa fisik yang masih terjaga, era Kane kemungkinan besar masih akan berlanjut dalam durasi yang cukup panjang.

“Kami akan menemukan solusi ketika waktunya tiba, tetapi mungkin bukan saya yang akan melakukannya. Mungkin masih 10 tahun lagi,” pungkas Tuchel.

Hingga saat ini, Harry Kane tetap menjadi pusat gravitasi dalam strategi permainan timnas Inggris di bawah asuhan Tuchel.

Rekomendasi