

Denpasar – Menjelang penutupan bursa transfer musim panas pada 30 September 2026, peta kekuatan finansial di Super League mengalami perubahan signifikan.
Sebanyak tujuh pemain tercatat mengalami lonjakan harga pasar yang fantastis di tengah aktivitas transfer klub-klub peserta kompetisi.
Data dari Transfermarkt menunjukkan bahwa mayoritas pemain yang mengalami kenaikan nilai pasar ini berposisi di lini depan, baik sebagai striker, penyerang sayap, maupun gelandang serang.
Fenomena ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah dinamika klub yang gencar melakukan bongkar pasang pemain untuk menyesuaikan skema taktik pelatih.
Menariknya, pemain dengan nilai pasar tertinggi di Super League saat ini, yakni Stjepan Loncar dari Persija dengan valuasi Rp20,86 miliar, justru tidak masuk dalam daftar pemain dengan kenaikan harga pasar tertinggi.
Penyerang sayap anyar Persebaya, Miguel Pereira, menempati posisi puncak dalam daftar kenaikan nilai pasar.
Pemain berusia 27 tahun ini mencatatkan kenaikan harga pasar hingga 100 persen, menjadi Rp12,17 miliar dari sebelumnya yang hanya berada di angka Rp6,08 miliar saat masih merumput di kasta kedua Liga Portugal.
Pencapaian serupa diraih oleh penyerang baru Persib Bandung, Balsa Sekulic.
Striker berusia 28 tahun ini kini memiliki nilai pasar Rp10,43 miliar, melonjak drastis 100 persen dibandingkan harga pasarnya saat masih membela klub Liga Montenegro, FK Mornar Bar.
Posisi ketiga ditempati oleh Mariano Peralta, penyerang sayap yang kini membela Persib Bandung setelah hijrah dari Borneo FC.
Top skor Super League musim 2025-2026 ini mencatatkan nilai pasar sebesar Rp13,04 miliar, yang berarti kenaikan sebesar 25 persen atau Rp2,61 miliar.
Di peringkat keempat, gelandang serang asal Kolombia milik Borneo FC, Juan Felipe Villa, mencatat kenaikan nilai pasar sebesar 30 persen menjadi Rp11,3 miliar.
Pemain berusia 26 tahun ini direkrut dari klub Liga Bahrain, Al Ahli, pada tahun 2025 dengan harga pasar awal Rp8,09 miliar.
Ivan Mamut, penyerang asal Kroasia yang kini memperkuat Persija, berada di posisi kelima dengan kenaikan harga pasar sebesar 33,3 persen atau Rp2,61 miliar.
Kini, pemain berusia 29 tahun tersebut memiliki nilai pasar yang menyentuh angka Rp10,43 miliar.
Selanjutnya, striker asal Meksiko milik Garudayaksa FC, Brian Rubio, mengalami kenaikan nilai pasar sebesar 14,3 persen atau Rp1,74 miliar menjadi Rp13,91 miliar.
Daftar tujuh besar ditutup oleh striker baru Dewa United asal Brasil, Denilson Junior.
Nilai pasar Denilson Junior saat ini mencapai Rp10,43 miliar setelah mengalami peningkatan sebesar 20,9 persen atau sekitar Rp1,74 miliar.
Lonjakan nilai pasar para pemain ini mencerminkan tingginya ekspektasi klub terhadap performa mereka di sisa musim kompetisi 2026-2027.
Para manajer klub kini harus lebih cermat dalam mengelola anggaran belanja seiring dengan meningkatnya valuasi atlet di bursa transfer.
Dengan waktu yang tersisa kurang dari satu pekan, aktivitas transfer diperkirakan akan semakin intens sebelum jendela perpindahan pemain resmi ditutup.