

Bandung – Persib Bandung dipastikan akan menjalani laga krusial babak play-off AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/2027 tanpa kehadiran suporter di stadion.
Laga menghadapi Manila Digger tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Senin (31/8/2026).
Ketiadaan penonton di tribune merupakan dampak langsung dari sanksi yang dijatuhkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Hukuman ini dijatuhkan menyusul insiden kericuhan yang melibatkan oknum suporter saat Persib menjamu Port FC pada babak 16 besar ACL Two, 18 Februari lalu.
Meski harus bertanding dalam atmosfer yang sunyi, pemain sayap Persib, Beckham Putra, menegaskan bahwa semangat tim tetap berkobar.
Pemain Timnas Indonesia tersebut menyatakan bahwa dukungan moral dari para pendukung tetap menjadi elemen krusial bagi skuad Maung Bandung.
“Berharap selalu keep in touch bersama pemain juga, karena ini jadi energi bagus buat kami pemain. Kehadiran Bobotoh sangat penting untuk tim,” ujar Beckham pada Selasa (25/8/2026).
Beckham memohon kepada seluruh pendukung untuk tetap memberikan doa dan dukungan positif meski tidak bisa hadir secara langsung di dalam stadion.
Ia menyadari bahwa pertandingan mendatang merupakan langkah penentu bagi Persib untuk mengamankan posisi di kompetisi antarklub Asia tersebut.
“Kami membutuhkan dukungan Bobotoh dan semoga di tanggal 31, meskipun tidak ada Bobotoh, kami memohon doa dan dukungannya. Karena ini laga penting buat kita untuk masuk ke ACL 2,” tambahnya.
Terkait sanksi yang diterima, Beckham berharap insiden di masa lalu menjadi pelajaran berharga bagi seluruh basis suporter Persib.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan mematuhi regulasi ketat yang ditetapkan oleh AFC demi kenyamanan dan keamanan bersama di masa depan.
“Tentunya ini jadi catatan untuk Bobotoh untuk bersikap lebih baik lagi di dalam stadion karena kita tahu AFC sangat detail untuk hukuman dan lain-lain,” tegasnya.
Menurut Beckham, kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk dukungan nyata agar tim kesayangan mereka tidak lagi dirugikan oleh sanksi administratif.
Ia berharap ke depannya para pendukung dapat lebih bijak dalam memberikan dukungan agar Persib bisa terus berkompetisi dengan dukungan penuh dari tribune.
Persib Bandung sendiri terpaksa memindahkan lokasi laga dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ke Stadion Si Jalak Harupat karena proses perbaikan GBLA yang belum rampung.
Manajemen tim kini berfokus pada persiapan teknis agar transisi lokasi pertandingan tidak mengganggu performa para pemain di lapangan.
Meski kehilangan dukungan fisik, Persib tetap menargetkan kemenangan mutlak untuk menjaga asa mereka di kancah sepak bola internasional.