

Denpasar – Bursa transfer Super League musim 2026-2027 tengah memasuki fase krusial seiring dengan gencarnya aktivitas klub dalam melakukan perombakan komposisi pemain.
Periode bursa transfer musim panas yang telah dibuka sejak 28 Juli 2026 ini memberikan ruang bagi 18 klub peserta untuk mendatangkan amunisi baru atau melepas penggawa yang tidak lagi masuk dalam skema tim.
Kesempatan bagi setiap kontestan untuk mematangkan skuad masih terbuka lebar karena jendela transfer baru akan ditutup pada 30 September 2026 mendatang.
Regulasi I.League saat ini menetapkan bahwa setiap klub diperbolehkan mendaftarkan maksimal 11 pemain asing dalam skuad mereka.
Dari kuota tersebut, sebanyak sembilan pemain dapat dimasukkan ke dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) dalam satu pertandingan.
Namun, hanya maksimal tujuh pemain asing yang diperbolehkan tampil secara bersamaan di atas lapangan hijau.
Dinamika bursa transfer musim ini ditandai dengan langkah berani sejumlah klub yang rela mengeluarkan dana besar demi mengamankan jasa pemain dengan nilai pasar atau market value yang tinggi.
Data dari Transfermarkt menunjukkan fenomena menarik di mana lima dari 11 pemain dengan nilai pasar tertinggi saat ini justru menempati posisi sektor pertahanan, termasuk posisi penjaga gawang.
Gelandang asal Bosnia Herzegovina, Stjepan Loncar, menempati posisi puncak sebagai pemain termahal dengan nilai pasar mencapai Rp20,86 miliar.
Pemain yang baru saja direkrut Persija Jakarta dari klub Kroasia, NK Istra 1961, ini menjadi motor penggerak lini tengah yang paling berharga musim ini.
Di posisi kedua, gelandang bertahan Timnas Indonesia milik Persib Bandung, Thom Haye, memiliki nilai pasar sebesar Rp15,64 miliar.
Meskipun nilainya mengalami penurunan sejak meninggalkan Eredivisie, Haye tetap menjadi salah satu aset paling bernilai di kompetisi domestik.
Selanjutnya, penyerang anyar Persija, Alexander Jeremejeff, menempati posisi ketiga dengan nilai pasar Rp13,91 miliar.
Lini serang Persib Bandung juga diperkuat oleh Mariano Peralta yang didatangkan dari Borneo FC dengan valuasi Rp13,04 miliar.
Persaingan ketat di lini belakang juga tercermin dari nilai pasar Rizky Ridho yang mencapai Rp11,30 miliar, menjadikannya pemain lokal dengan nilai pasar tertinggi.
Angka yang sama juga dimiliki oleh gelandang serang Borneo FC, Juan Felipe Vila, yang saat ini menjadi pemain depan termahal di klubnya.
Eliano Reijnders dari Persib Bandung menyusul dengan nilai pasar Rp10,43 miliar, diikuti oleh Jordi Amat dari Persija Jakarta dengan nilai Rp9,56 miliar.
Ragnar Oratmangoen, yang baru memulai kariernya di Indonesia bersama Persib, tercatat memiliki nilai pasar Rp8,69 miliar.
Pada sektor penjaga gawang, Nadeo Argawinata mencatatkan diri sebagai kiper termahal dengan nilai pasar Rp7,82 miliar setelah bergabung dengan Persija Jakarta.
Melengkapi daftar tersebut, bek kiri Borneo FC, Caxambu, memiliki nilai pasar sebesar Rp6,08 miliar.
Tingginya nilai pasar para pemain ini mencerminkan ambisi besar klub-klub Super League untuk meningkatkan kualitas kompetisi secara keseluruhan.