Taktik Jenius STY Bungkam Lawan, Kyohei Yoshino Matikan Pergerakan Peralta

Shin Tae-yong menerapkan strategi taktis saat Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno.

Jakarta – Keputusan taktis pelatih Shin Tae-yong dalam menggeser posisi Kyohei Yoshino menjadi bek kanan saat laga El Clasico antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (12/9), membuahkan hasil positif bagi Macan Kemayoran.

Langkah eksperimental tersebut terbilang mengejutkan karena Persija sebenarnya memiliki kedalaman skuad yang mumpuni di posisi bek kanan.

Stok pemain di posisi tersebut diisi oleh nama-nama seperti Fajar Fathurrahman dan Rio Fahmi.

Selain itu, Kerim Memija yang biasanya beroperasi di sisi kanan juga harus bergeser ke posisi bek kiri dalam laga tersebut.

Meski bukan posisi aslinya, Yoshino menunjukkan performa yang solid sepanjang 56 menit berada di atas lapangan.

Pemain asal Jepang tersebut sukses meredam pergerakan penyerang Persib, Mariano Peralta, dengan sangat efektif.

Kehadirannya di sisi kanan pertahanan terbukti mampu meminimalisir aliran serangan lawan yang mengarah ke area pertahanan Persija.

Disiplin tinggi dan kecerdasan dalam membaca arah permainan menjadi kunci keberhasilan Yoshino menjalankan peran barunya tersebut.

Shin Tae-yong menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil bukan tanpa dasar pertimbangan teknis yang matang.

Pelatih asal Korea Selatan itu mengakui bahwa Yoshino memiliki fleksibilitas posisi yang sangat jarang ditemukan pada pemain lain.

“Yoshino memiliki kemampuan bertahan baik sebagai gelandang bertahan, bek tengah maupun bek sayap,” ujar Shin Tae-yong melalui laman resmi klub pada Rabu, 16 September 2026.

Menurut Shin Tae-yong, penempatan Yoshino di posisi bek sayap bertujuan utama untuk memberikan rasa aman dan stabilitas di lini pertahanan tim.

Pengalaman Yoshino bermain di luar posisi aslinya sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi pada musim ini.

Pada laga sebelumnya saat Persija menumbangkan Borneo FC di Stadion Segiri, Yoshino juga sempat diplot sebagai bek sayap kiri.

Kala itu, ia menjalankan tugas menggantikan peran Rio Fahmi yang berhalangan tampil atau diistirahatkan oleh tim pelatih.

Kemampuan adaptasi yang tinggi ini menjadikan Yoshino sebagai aset berharga bagi jajaran staf pelatih Persija.

Fleksibilitas tersebut memberikan opsi taktis yang lebih luas bagi Shin Tae-yong dalam meracik komposisi pemain di setiap pertandingan.

Dengan jadwal kompetisi yang padat, keberadaan pemain serba bisa seperti Yoshino akan menjadi krusial bagi konsistensi performa Persija.

Stabilitas lini belakang yang ditunjukkan dalam laga kontra Persib menjadi bukti bahwa strategi eksperimental ini mampu menjadi solusi efektif.

Persija kini berharap tren positif ini tetap berlanjut seiring dengan semakin matangnya pemahaman pemain terhadap instruksi taktis pelatih.

Rekomendasi