Alexandra Eala Tersingkir Dramatis dari Babak Awal US Open 2026

Alexandra Eala harus mengakui keunggulan Iva Jovic setelah melewati laga tiga set yang dramatis.

New York – Perjalanan petenis tunggal putri kebanggaan Asia Tenggara, Alexandra Eala, di ajang US Open 2026 resmi terhenti di babak ketiga.

Petenis asal Filipina tersebut harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Iva Jovic, dalam pertandingan dramatis yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium, Minggu (6/9).

Eala menyerah melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor akhir 5-7, 6-3, 5-7 setelah berduel selama lebih dari tiga jam.

Kekalahan ini sekaligus memupus harapan Eala untuk melaju ke babak 16 besar turnamen Grand Slam tersebut.

Pertandingan antara dua petenis muda yang tengah naik daun ini berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal.

Eala, yang saat ini menempati peringkat 18 WTA, sempat menunjukkan dominasinya pada set ketiga.

Alumni akademi tenis Rafael Nadal tersebut sempat memimpin dengan skor 2-0 dan kembali unggul 4-2 atas Jovic.

Namun, Jovic yang kini berada di peringkat 14 dunia mampu menunjukkan ketenangan di bawah tekanan penonton tuan rumah.

Petenis Amerika Serikat itu berhasil membalikkan keadaan secara perlahan dan mengunci kemenangan pada kesempatan match point kedua.

Saya tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, ujar Jovic seusai pertandingan, menggambarkan ketatnya duel yang baru saja dilewatinya.

Sepanjang pertandingan, kedua petenis saling melepaskan pukulan keras dalam reli-reli panjang yang menguras fisik.

Eala mencatatkan 34 winner dan 33 unforced error dalam laga tersebut.

Ia juga tampil cukup agresif di depan net dengan memenangkan 16 dari 25 poin saat melakukan pendekatan ke arah net.

Di sisi lain, Jovic tampil lebih klinis dengan mengemas 44 winner dan 27 unforced error.

Jovic juga lebih efektif dalam memanfaatkan peluang break point dengan mengonversi sembilan dari 17 kesempatan yang ada.

Sementara itu, Eala tercatat berhasil mengonversi delapan dari 20 peluang break point yang didapatkannya.

Meski harus menelan kekalahan, Eala menunjukkan sportivitas tinggi dengan memberikan pelukan kepada Jovic tepat setelah pertandingan berakhir.

Sikap tersebut mendapatkan apresiasi khusus dari Jovic yang mengakui kedewasaan karakter petenis asal Filipina tersebut.

Hal itu menunjukkan banyak hal tentang dirinya sebagai pribadi, tutur Jovic.

Bagi Jovic, kemenangan ini terasa istimewa karena membawanya menembus babak 16 besar US Open untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya.

Selanjutnya, Jovic telah dinanti oleh juara US Open 2023, Coco Gauff, dalam laga krusial untuk memperebutkan tiket perempat final.

Bagi Eala, meski langkahnya terhenti, penampilannya di New York tahun ini telah membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu kekuatan baru di kancah tenis dunia.

Daya juang yang ditunjukkan Eala dalam pertandingan berdurasi lebih dari tiga jam tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan kariernya ke depan.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Eala untuk terus meningkatkan konsistensi dalam menghadapi tekanan di poin-poin kritis pertandingan besar.

Rekomendasi