

Sleman – PSS Sleman menunjukkan progres signifikan dalam persiapan menghadapi kompetisi Super League 2026-2027 yang akan dimulai dalam hitungan hari.
Skuad berjuluk Super Elang Jawa ini kini dalam kondisi optimis menjelang laga perdana melawan Bali United di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, pada Jumat (4/9) mendatang.
Tim medis PSS Sleman terus melakukan pemantauan intensif terhadap sejumlah pemain yang sempat mengalami cedera agar bisa segera kembali ke performa puncak.
Proses pemulihan berjalan cukup efektif, terbukti dengan kembalinya beberapa pilar penting ke sesi latihan bersama tim.
Manajer PSS Sleman, Agus Purwoko, mengonfirmasi bahwa perkembangan fisik para pemain menunjukkan tren positif di bawah pengawasan tim medis.
“Sejumlah pemain yang sebelumnya mengalami cedera menunjukkan perkembangan positif dalam proses pemulihannya,” ujar Agus Purwoko.
Penyerang sayap Stefan Ashkovski dan Melvyn Lorenzen kini telah bergabung kembali dalam sesi latihan penuh bersama rekan-rekan setimnya.
Kehadiran kembali kedua pemain tersebut memberikan opsi lebih luas bagi staf pelatih dalam meracik strategi untuk laga pembuka nanti.
Sementara itu, gelandang tengah Frédéric Injaï masih harus menjalani program pemulihan khusus secara terpisah.
Manajemen tim berharap proses pemulihan Injaï dapat berjalan lancar agar sang pemain bisa segera kembali merumput.
“Kami berharap Injaï dapat segera pulih sepenuhnya, kembali mencapai kondisi terbaik, dan bergabung lagi bersama rekan-rekannya,” tambah Agus.
Selain pemulihan fisik, Agus juga menyoroti peningkatan kebugaran pemain secara keseluruhan menjelang bergulirnya kompetisi musim baru.
Perkembangan aspek taktikal dan kekompakan tim dinilai sudah menunjukkan hasil yang memuaskan selama masa pramusim.
Proses adaptasi para pemain, termasuk legiun asing, dianggap berjalan sangat cepat di bawah arahan tim pelatih.
“Menurut saya, mereka beradaptasi dengan cepat. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka sudah mampu menyatu dan membangun chemistry dengan tim,” jelas Agus.
Pelatih kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, memberikan apresiasi serupa terhadap etos kerja anak asuhnya.
Menurut mantan pelatih Borneo FC tersebut, seluruh skuad menunjukkan peningkatan kualitas permainan dari hari ke hari.
Ia merasa lega karena sebagian besar pemain yang sempat cedera kini sudah bisa diturunkan kembali ke lapangan hijau.
“Itu menjadi hal yang positif. Saya senang melihat perkembangan tersebut,” kata Pieter Huistra.
Kesiapan fisik dan mental ini menjadi modal utama bagi PSS Sleman saat melawat ke markas Bali United nanti.
Seluruh elemen klub saat ini fokus menjaga momentum positif agar tim mampu tampil maksimal sejak menit awal pertandingan perdana.
Stabilitas performa dan kedalaman skuad diharapkan menjadi kunci bagi PSS Sleman dalam mengarungi ketatnya kompetisi Super League 2026-2027.
Latihan intensif dengan porsi game internal terus dilakukan untuk memastikan kesiapan taktikal sebelum tim bertolak ke Gianyar.