

SURABAYA – Manajemen Persebaya Surabaya mengambil langkah strategis dengan tidak terburu-buru dalam memanfaatkan sisa kuota pemain asing untuk mengarungi kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, tim berjuluk Green Force tersebut memilih untuk bersikap selektif dalam bursa transfer yang masih terbuka.
Keputusan tersebut diambil untuk memastikan setiap rekrutan baru benar-benar sesuai dengan kebutuhan taktis dan komposisi skuad yang telah dirancang oleh tim pelatih.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa kualitas dan kesesuaian karakter pemain menjadi prioritas utama ketimbang sekadar memenuhi batas maksimal kuota.
Menurut Tavares, penambahan pemain asing tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan performa tim di atas lapangan.
Pada saat ini bursa transfer masih terbuka, sehingga hingga batas waktu berakhir, segala kemungkinan tetap bisa terjadi, ujar Tavares.
Dia menambahkan bahwa timnya terbuka terhadap berbagai opsi, mulai dari menambah satu pemain asing, tidak menambah sama sekali, atau justru fokus merekrut pemain lokal.
Regulasi I.League saat ini mengizinkan klub kasta tertinggi untuk mendaftarkan hingga 11 pemain asing dalam skuad mereka.
Namun, terdapat batasan teknis di mana hanya sembilan pemain asing yang bisa masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP).
Sementara itu, hanya maksimal tujuh pemain asing yang diperbolehkan tampil secara bersamaan di dalam lapangan pertandingan.
Saat ini, komposisi pemain asing Persebaya telah mencapai 10 orang yang tersebar di berbagai lini.
Sektor pertahanan diisi oleh Risto Mitrevski, Walber Mota, Jefferson Silva, dan Yuran Fernandes.
Lini tengah diperkuat oleh Gledson Paixao, Francisco Rivera, serta Diogo Ramalho.
Sedangkan sektor depan dihuni oleh trio Alex Martins, Miguel Pereira, dan Yann Kevin Mabella.
Meskipun masih menyisakan satu slot, Tavares bersikeras tidak ingin melakukan perekrutan yang sia-sia demi memenuhi kuota.
Kami berharap bisa memiliki tim yang bagus, karena itulah target utama kami, ungkapnya.
Namun, terkadang bukan berarti dengan hadirnya satu pemain baru kita langsung menjadi lebih baik, lanjutnya.
Tavares juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga keseimbangan antara pemain asing dan pemain lokal dalam tim.
Baginya, mendatangkan pemain hanya untuk melengkapi kuota 11 orang tidak masuk akal secara teknis.
Hal ini didasari pada keterbatasan jumlah pemain asing yang bisa diturunkan di lapangan maupun yang duduk di bangku cadangan.
Dia menekankan bahwa skuad yang harmonis harus dibangun di atas fondasi yang kuat, di mana pemain lokal memegang peranan krusial.
Skuad ini bukan hanya berisi pemain asing karena bagi saya, pemain lokal adalah jantung dari tim ini, tegas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Hingga saat ini, proses evaluasi mendalam terus dilakukan untuk menentukan langkah terbaik bagi masa depan Persebaya di liga musim ini.