

Kudus – Persaingan ketat dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 memasuki fase krusial pada Minggu (13/9) di GOR Djarum, Jati, Kudus.
Para peserta muda kini berjuang keras untuk mengamankan Super Tiket yang menjadi pintu utama menuju tahap karantina.
Selain melalui jalur prestasi di lapangan, peluang terbuka lebar melalui pemberian Super Tiket dari Tim Pencari Bakat bagi pemain yang memiliki potensi besar.
Legenda bulutangkis Indonesia sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Hastomo Arbi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah nama atlet putra yang dianggap menonjol.
Menurut peraih Piala Thomas 1984 tersebut, penilaian tim tidak hanya terpaku pada kemenangan, melainkan proyeksi jangka panjang kualitas atlet.
“Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali,” ujar Hastomo.
Ia menambahkan bahwa faktor postur tubuh dan gaya bermain yang unik menjadi pertimbangan khusus bagi tim.
“Penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” lanjutnya.
Salah satu peserta yang menunjukkan performa impresif adalah Jethro Alexander Kemas, atlet KU 11 asal Palembang.
Jethro berhasil membalaskan kekalahan atas lawannya pada audisi tahun lalu dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (12/9).
“Saya mau masuk PB Djarum supaya bisa menjadi pemain hebat dan membanggakan orang tua,” kata Jethro.
Pada sektor putri, anggota Tim Pencari Bakat Maria Kristin Yulianti menekankan pentingnya semangat juang atau fighting spirit di arena.
Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu menyatakan bahwa tim sering melirik pemain yang gugur di babak 32 besar namun menunjukkan determinasi tinggi.
“Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata,” jelas Maria.
Semangat serupa ditunjukkan oleh Syarifah Adshila Nugroho, peserta KU-12 putri asal PB Champion Reborn Yogyakarta.
Syarifah berhasil memenangkan laga sengit melalui rubber game saat menghadapi Riezqy Magisthira Nasruddin.
Kegagalan di tahap karantina tahun lalu menjadi motivasi bagi Syarifah untuk tampil lebih percaya diri dan matang tahun ini.
“Sekarang aku mencoba lebih siap di atas lapangan, secara fisik juga harus ditingkatkan,” ungkap Syarifah.
Tahapan turnamen akan mencapai puncaknya hari ini dengan penentuan peraih Super Tiket yang berhak melaju ke tahap karantina.
Sesuai regulasi, peserta putra wajib menembus babak semifinal, sementara peserta putri harus mencapai babak final untuk mendapatkan tiket otomatis.
Peserta yang berhasil lolos nantinya akan menjalani masa karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.
Selama masa tersebut, para atlet muda akan dipantau secara intensif terkait fisik, kedisiplinan, serta perilaku di luar lapangan.
Evaluasi komprehensif ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka yang terpilih benar-benar layak menjadi bagian dari atlet binaan PB Djarum.